Breaking News:

Zat Aktif Dalethyne Bisa Sembuhkan Infeksi Nosokomial

Contoh dari infeksi nosokomial adalah pasien tertular infeksi dari staf RS atau saat berkunjung ke RS, salah satu penyebab kematian terbesar.

Penulis: Gopis Simatupang | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Gopis Simatupang
Tim Imunologi Pasca Sarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengumumkan hasil riset Studi Efektivitas Zat Aktif dalethyne pada Luka Insisi dan Luka Insisi yang Terinfeksi pada Rattus Norvegicus di Gedung WTC, Jakarta, Selasa (9/8/2016). 

WARTA KOTA, SETIABUDI -- Tim Imunologi Pasca Sarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengumumkan hasil riset dengan judul "Studi Efektivitas Zat Aktif Dalethyne pada Luka Insisi dan Luka Insisi yang Terinfeksi pada Rattus Norvegicus".

Hasil pengujian menunjukkan bahwa zat aktif bernama dalethyne yang terkandung di dalam produk MedCare diyakini sebagai terapi utama untuk menanggulangi infeksi nosokomial dan manajemen luka.

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat dan berkembang saat seseorang berada di lingkungan rumah sakit (RS).

Contoh dari infeksi nosokomial adalah pasien tertular infeksi dari staf RS atau saat berkunjung ke RS. Infeksi ini termasuk salah satu penyebab kematian terbesar pada pasien yang menjalani perawatan di RS.

Zat aktif dalethyne sendiri ditemukan oleh orang Indonesia bernama Kayapan Satya Dharshan dan telah diuji di berbagai negara di dunia.

Untuk temuannya tersebut, Dharshan telah mendaftarkan hak ciptanya di Intellectual Property Office United Kingdom Number GB 2473440.

Dalam penelitian ini, tim peneliti beranggotakan 10 orang dan diketuai oleh Koordinator Program Studi Imunologi Sekolah Pasca Sarjana Unair, Dr dr Agung Dwi Wahyu Widodo, MSI.

“Kami menemukan bahwasanya zat aktif dalethyne dapat membunuh kuman-kuman (di RS) dengan konsentrasi 50 persen, studi lebih lanjut didapatkan kemampuan membunuh kuman secara total," ujar dr Agung kepada media di Gedung WTC, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

"Dengan ini, apabila terjadi infeksi dengan kuman tersebut pada luka, maka dalethyne dapat menjadi terapi utama di Rumah Sakit dan layanan kesehatan lain," ungkap dr Agung.

Ahli bedah plastik dr Donna Savitry, SpBP-RE turut mengapresiasi temuan ini. Menurutnya, kunci penyembuhan luka atau wound healing yang cepat adalah luka harus dalam keadaan aseptik (bebas dari kuman, virus, jamur, bakteri dan mikroorganisme lainnya) dan luka harus dalam keadaan moist (lembab), tidak dalam keadaan basah ataupun kering.

Dalam hal penyembuhan luka, dr Donna mengamati salep yang mengandung dalethyne ini secara lokal sangat mengeliminasi bau dan nanah yang berarti membunuh kuman penyebabnya. Hal ini terbukti dengan tidak adanya tanda-tanda infeksi pada luka yang dirawat dengan salep yang mengandung zat aktif dalethyne, walaupun pasien tidak mengonsumsi obat antibiotika.

"Kondisi aseptik ditambah lingkungan luka yang moist karena pemakaian salep ini mempercepat penyembuhan luka dan menyelamatkan pasien saya dari ancaman amputasi kaki," kata dr Donna dalam kesempatan yang sama.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved