Bukan Hanya Bayi yang Minum Susu
Kesadaran minum susu di Indonesia terbilang masih rendah dibandingkan negara-negara lain. Sebabnya, ada anggapan susu hanya penting saat bayi aja.
Penulis: |
WARTA KOTA, JAKARTA - Kesadaran minum susu di Indonesia terbilang masih rendah dibandingkan negara-negara lain. Salah satu sebabnya, ada anggapan susu hanya penting saat bayi saja.
Semakin bertambahnya usia, berkurang pula konsumsi susu. Mulai usia sekolah dilanjutkan dengan remaja, orangtua sudah mulai kendur meminta anaknya minum susu.
Tak heran hingga dewasa, minum susu mulai ditinggalkan.
Saat ini, konsumsi susu masyarakat Indonesia kisaran 11,09 liter per kapita per tahun.
Dibandingkan negara di ASEAN, yang konsumsi susu per kapitanya telah mencapai 20 liter.
Hasil yang sama di penelitian yang diadakan oleh SEANUTS yang mengukur asosiasi antara asupan makanan bergizi, minum susu, dan faktor sosial ekonomi pada anak usia 6 bulan sampai 12 tahun.
Penelitian itu menunjukan, 71 persen dari anak-anak tidak lagi minum susu lagi. Sebuah survei yang dilakukan Frisian Flag menunjukan kecenderungan pada anak usia 7-12 tahun untuk mengurangi minum susu karena dianggap sebagai minuman yang membosankan.
Dokter spesialis anak Rini Sekartini mengatakan, susu dapat diberikan untuk seluruh usia. Terlebih di usia anak-anak dan remaja agar pertumbuhannya optimal.
Susu dalam piramida gizi merupakan salah satu sumber protein yang diperlukan anak untuk tumbuh kembangnya.
“Tidak tepat bila susu hanya untuk bayi. Secara garis besar kebutuhan susu untuk anak di atas usia satu tahun sekitar 500 cc (sekitar dua gelas, Red),” kata dokter Rini yang dihubungi Warta Kota, Kamis (4/8/2016).
Kenapa susu dibutuhkan? Selain sebagai sumber protein, susu mengandung kalsium yang penting untuk pembentukan tulang.
Selain itu, kalsium yang terdapat di dalam susu bermanfaat sebagai tabungan kalsium yang sebaiknya dilakukan sejak anak-anak agar tulang kuat.
Kandungan kalsium di dalam susu cukup banyak sehingga dengan minum susu dapat mencakup kebutuhan kalsium tubuhnya sesuai usianya.
Dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangukusumo (RSCM) ini juga meminta agar para remaja jangan sampai tidak minum susu. Pasalnya, usia pra remaja merupakan masa pertumbuhan cepat kedua setelah bayi.
Bila masa itu kebutuhan nutrisinya terpenuhi, proses pertumbuhannya optimal bahkan maksimal.
“Pada remaja, susu sangat penting baik anak perempuan dan laki-laki karena saat remaja terjadi pacu tumbuh dengan penambahan tinggi badan secara cepat,” ujar dokter Rini.
Tulang yang sehat dan kuat saat anak dan remaja, mencegah terjadinya keropos tulang pada saat tua kelak.
Jadi sebaiknya membiasakan minum susu sejak dini sangat dibutuhkan.
Psikolog remaja dan keluarga Sutji Sosrowardojo mengatakan, anak-anak usia pra remaja mulai bergaul dengan teman sekolah dan orang-orang lain di luar lingkungan keluarga.
Cara pandangnya terhadap masyarakat dan kehidupan bersama dalam masyarakat mulai dipengaruhi oleh citra dan rasa percaya diri. Penampilan fisik seperti berat tubuh, penampilan kulit, dan tinggi badan menjadi faktor penting bagi pra remaja agar diterima oleh lingkungannya.
Pendampingan orangtua sangat penting agar dapat membantu anak memahami perubahan fisik yang terjadi pada dirinya dan menekankan pentingnya tubuh yang proporsional.
Asupan gizi yang seimbang dengan membiasakan anak memilih makanan yang sehat dan bergizi serta minum susu membantu menyiapkan energi yang dibutuhkan anak.
Nutrisi ini penting untuk belajar, beraktivitas, serta punya tubuh yang proporsional menjadi daya tarik anak pra remaja untuk kembali minum susu.
Kondisi ini ditambah contoh sehari-hari, dimana orangtua tetap minum susu walaupun telah dewasa.
“Orangtua adalah role model. Anak-anak akan meyakini apa yang dipercayai orangtuanya,” kata Sutji belum lama ini.
Kampanye
Tidak hanya orangtua, berbagai pihak pun menggalakan kampanye agar anak tetap minum susu di usia sekolah dan remaja.
Head of Corporate Affairs Frisian Flag Indonesia Andrew Ferryawan Saputro mengatakan, anak usia 7-12 tahun adalah usia rentan bagi anak untuk mengurangi minum susu karena dianggap sebagai minuman yang membosankan.
Dan sudah dibuktikan dalam sebuah survey yang dilakukan oleh Frisian Flag.
Inisiatif untuk melibatkan karakter Disney Frozen dan superhero Marvel diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan positif termasuk mengajak anak-anak untuk terus minum susu dan bergerak aktif untuk hidup sehat.
Kampanye ini juga diiringi dengan kegiatan Frisian Flag Ultimate Mission Camp yang memilih 18 anak untuk bergabung dengan anak-anak dari negara Singapura, Malaysia, Vietnam untuk ambil bagian dalam camp tiga hari di Singapura pada 19-21 Agustus 2016.
Mereka akan ambil bagian dalam tantangan yang menginspirasi mereka untuk bekerjasama dalam tim, menjadi kreatif serta berani, seperti super heroes favorit mereka, Anna, Elsa, dari Disney Frozen dan Captian America dan Spider Man dari Marvel.
Perwakilan dari Indonesia ini terpilih dari seleksi lewat kompetisi selama sehari melibatkan aktivitas fisik dan kreativitas di Rumah Perubahan, Bekasi pada Sabtu (23/7/2016) lalu.
Pemilihan karakter ini hasil survey dan ternyata karakter inilah yang paling favorit buat anak-anak di Indonesia. Karakter ini pula yang ditempel di dalam kemasan susu cair Frisian Flag.
Harapannya, anak-anak bisa semangat untuk minum susu kembali seperti karakter favorit mereka seperti Iron Man yang pemberani, Spiderman yang gesit, Elsa dan Anna yang cerdas dan ceria.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150925-ilustrasi-anak-minum-susu_20150925_202741.jpg)