Kosmetik Palsu

Hati-hati, Kosmetik Palsu Bisa Sebabkan Kanker Kulit

Kanit V Indag Ditreskrimus Polda Metro Jaya, Kompol Bintara mengatakan, mengungkap bahaya kosmetik palsu.

Hati-hati, Kosmetik Palsu Bisa Sebabkan Kanker Kulit
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Polda Metro Jaya mengungkap peredaran kosmetik palsu yang memakai pewarna makanan pada 28 Juli 2016 lalu. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kanit V Indag Ditreskrimus Polda Metro Jaya, Kompol Bintara mengatakan, mengungkap bahaya kosmetik palsu.

Pelaku pemalsuan kosmetik, FL (28), yang diringkus di Jalan Raya Villa Mutiara Pluit, Kelurahan Periuk, Kecamatan Jati Uwung, Kota Tangerang, Kamis (28/7).

Menurut Bintara, efek berbahaya dari penggunaan kosmetik palsu yang dibuat pelaku tersebut dapat menyebabkan gatal-gatal dan panas. "Bahkan paling parah dapat menyebabkan kanker kulit," ujar Bintara di Polda Metro Jaya, Jum'at (5/8).

Sejumlah ahli kosmetik mengingatkan agar warga tidak tergiur oleh kosmetik berharga murah.

Jika perbedaan harga begitu jauh, maka produk tersebut patut dicurigai, bisa jadi itu adalah produk palsu alias tiruan. Nah, produk tiruan tentu tidak memiliki kualitas yang sama dengan produk aslinya.

Menurut informasi yang diperoleh Warta Kota, bahaya jangka pendek akibat penggunaan kosmetik palsu bisa terlihat secara langsung, salah satunya kulit yang mengelupas dan kemerahan.

Selain itu, tidak jarang kosmetik palsu juga menyebabkan jerawat, kulit kusam, hingga infeksi kulit lainnya.

Sedangkan dampak berat, ternyata berakibat dalam jangka panjang. Mengerikannya, bahaya penggunaan kosmetik bisa hingga gagal ginjal, jantung, dan juga kanker.

Mengapa bisa begitu? Ternyata karena kosmetik palsu mengandung zat-zat yang berbahaya dan tidak boleh diserap oleh tubuh.

Salah satunya adalah zat pewarna yang seharusnya untuk cat tembok. Tentu berbahaya apabila terjadi kontak dengan kulit. Memang bisa jadi tidak tertelan, akan tetapi penggunaan yang secara terus-menerus dapat mengakibatkan zat tersebut akhirnya terserap tubuh melalui pori-pori kulit.

Selain itu, sering juga ditemukan zat-zat berbahaya lainnya seperti timah, tembaga, merkuri, arsen, kadmium, dll. yang berada di atas ambang batas keamanan. (ote)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved