Breaking News:

Penertiban PKL

20 Lapak PKL di Jalan Raya Bogor Dibongkar

Sebanyak 20 lapak pedagang kaki lima yang biasa berjualan di pinggir Jalan Raya Bogor tidak jauh dari RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, Rabu (4/8/2016)

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi : Petugas Satpol PP Bongkar Lapak PKL di Klender karena Berdiri di Atas Badan Jalan 

WARTA KOTA, CIRACAS - Sebanyak 20 lapak pedagang kaki lima yang biasa berjualan di pinggir Jalan Raya Bogor tidak jauh dari RS Harapan Bunda, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (3/8/2016) malam ditertibkan petugas.

Tindakan tersebut merupakan yang kesekian kali dilakukan petugas terhadap para pedagang yang kebanyakan berjualan buah itu.

Camat Ciracas, Manson Sinaga mengatakan penertiban yang dilakukan pihaknya tersebut melibatkan ratusan petugas gabungan sehingga para pedagang tidak bisa berbuat banyak barang dagangannya ditertibkan.

"Ini penertiban yang kelima kalinya, kami tak akan berhenti untuk melakukan penindakan," katanya, Kamis (4/8/2016).

Ia menjelaskan selama ini keberadaan puluhan pedagang tersebut dianggap sudah sangat mengganggu ketertiban umum.

Pasalnya mereka berjualan dengan menggunakan mobil dan meja yang ditempatkan di pinggir jalan.

"Penertiban dilakukan karena keberadaan para pedagang menganggu ketertiban umum. Total ada 20 lapak pedagang yang kami sita," ungkapnya.

Selain mengamankan puluhan lapak, petugas gabungan melalui Sudin Perhubungan Jaktim juga menderek empat unit mobil yang biasa digunakan para pedagang untuk berjualan.

Mobil yang digunakan untuk berjualan tersebut langsung diberi tindakan tegas dengan cara dikandangkan di kantor Sudin Perhubungan Jaktim di Rawamangun.

"Tindakan itu diambil karena beberapa kendaraan yang terjaring diketahui sudah beberapa kali dirazia sehingga kami terpaksa mengambil langkah tegas," ujar Manson.

Manson menambahkan, pihaknya akan terus melakukan penertiban di sepanjang jalur tersebut.

Bahkan untuk memberi efek jera, pihaknya juga membawa lapak para pedagang ke gudang Satpol PP di Cakung, Jakarta Timur.

"Semua peralatan dagangannya kami sita agar mereka tidak lagi turun ke jalan," ungkapnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved