Breaking News:

Kopi Beracun

Sianida Dosis Rendah Ada Dalam Kandungan Singkong Rokok

Saksi ahli dalam persidangan kasus kopi sianida menjelaskan sianida ada dalam kandungan singkong dan rokok.

Editor: Andy Pribadi
Kahfi Dirga Cahya
Keluarga Wayan Mirna Salihin menonton persidangan Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2016). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN -- Dokter Slamet Purnomo selaku ahli bidang ilmu racun atau toksikologi dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri yang menjadi saksi ahli dalam persidangan kasus kopi sianida menjelaskan sianida ada dalam kandungan singkong dan rokok.

"Sianida ada juga di rokok dan singkong. Tapi itu masuknya bukan ke dalam lambung tapi darah," ucap dr Slamet di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kemayoran, pada Rabu (3/8).

Kendati demikian, dosisnya hanya kecil. Hal tersebut menurutnya yang menyebabkan kasus ini berbeda karena sejak menjadi dokter pada tahun 1990, dr Slamet mengaku baru pertama kali menangani kasus ini.

Menurutnya, terdapat tiga bentuk racun sianida yakni cair, padat, dan gas. Dalam jumlah besar, racun sianida bentuk bubuk yang mengenai permukaan kulit akan menimbulkan rasa gatal dan kemerahan.

"Biasanya yang banyak digunakan ini yang padat karena dia bubuk. Tapi saya tidak tahu racun yang ada di minuman korban bentuknya apa karena saya saat itu tidak mengurusi sianida," katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa bau racun sianida seperti kacang almond. Namun dia tak dapat memastikan apakah ada perubahan bau pada racun sianida yang sudah dicampur minuman.

"Secara teori baunya seperti kacang almond. Tapi kalau sudah dicampur saya kurang tahu ya, mungkin bisa tanya ke ahli toksikologi," ungkap dr Slamet. (Rangga Baskoro)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved