Jumat, 10 April 2026

Terorisme

Sekolah Pribadi Depok Tak Ambil Langkah Hukum

Setelah berkonsultasi dengan pihak kuasa hukum dan pihak terkait, Sekolah Pribadi Depok memutuskan untuk tidak mengambil langkah hukum.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Alija Berlian Fani
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin yang ditemui di acara wisuda dan pelepasan santri ke Turki di Gedung Kemenag Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2016) 

WARTA KOTA, DEPOK - Setelah berkonsultasi dengan pihak kuasa hukum dan pihak terkait, Sekolah Pribadi Depok memutuskan untuk tidak mengambil langkah hukum sementara ini terkait tudingan pemerintah Turki yang menyatakan sekolahnya memiliki kaitan dengan Feto, teroris Turki.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Yayasan Yenbu Indonesia SD-SMP-SMA Pribadi Depok, Ari Rosandi, Selasa (2/8/2016).

Menurut Ari pernyataan pemerintah Indonesia yang mengecam tudingan pemerintah Turki dan memastikan tidak akan menutup sekolahnya sudah cukup untuk menyatakan bahwa Sekolah Pribadi Depok tidak terkait sama sekali dengan Feto, seperti yang dituduhkan pemerintah Turki.

"Jadi kami menyerahkannya ke pemerintah Indonesia dan tidak mengambil langkah hukum untuk sementara ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Indonesia untuk ini," katanya.

Meski begitu kata Ari pihaknya tetap berharap Pemerintah Turki untuk segera mencabut siaran pers di situs online kedutaan resmi mereka, yang menyatakan bahwa ada 9 sekolah di Indonesia yang terkait dengan Fethullah Terorist Organisation (Feto), organisasi teroris Turki, dimana salah satu sekolah disebutkan adalah Sekolah Pribadi di Depok.

Sebab informasi dan statement dalam rilis kedutaan resmi pemerintah Turki tersebut sangat menjelekkan dan menyudutkan nama baik sekolah mereka.

"Kami meminta statement di situs resmi kedutaan Turki itu dicabut. Sebab dalam siaran pers itu, jelas-jelas nama sekolah kami dan 8 sekolah lainnya di Indonesia disebut terkait dengan Feto, organisasi teroris Turki. Padahal kami sama sekali tidak terkait dengan itu, seperti yang mereka tuduhkan," kata Ari.

Selain menuding 9 sekolah terkait Feto, dalam pers rilis di situs itu Pemerintah Turki juga meminta Pemerintah Indonesia menutup 9 sekolah yang dimaksud.

Lega

Sebelumnya Ari mengapresiasi pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, yang menolak permintaan Pemerintah Turki agar Indonesia menutup sejumlah sekolah yang dituding berafiliasi dengan Fethullah Terorist Organisation (FETO).

Hal ini katanya melegakan ribuan orangtua (ortu) siswa di 9 sekolah yang dituding Turki terafiliasi dengan Feto.

Ari menuturkan sikap pemerintah Indonesia melalui pernyataan Menteri Muhadjir, sangat melegakan ratusan ortu siswa di sekolahnya.

Menurutnya dari tingkat SD sampai SMA, ada sekitar 300 siswa di Sekolah Pribadi Depok.

"Sebenarnya kami sudah menduga bahwa pemerintah kita akan bersikap seperti ini dalam masalah ini, dan tidak akan bisa didikte oleh pemerintah negara lain. Lewat pernyataan Pak Menteri kemarin, ini semakin menegaskan dan makin melegakan ratusan orangtua siswa kami, yang sempat resah," kata Ari.

Menurut Ari, sejak awal ia sangat yakin Kemendikbud akan melindungi institusi pendidikan yang dikelolanya, terkait tudingan pemerintah Turki.

Apalagi sekolah yang mereka kelola kata Ari memiliki izin dari Kemendikbud dan sudah sejak 2015 lalu tidak bekerjasama lagi dengan Pasiad, lembaga non pemerintah dari Turki, yang belakangan diketahui terafiliasi dengan FETO.

"Tudingan dan permintaan pemerintah Turki, sangat tidak berdasar. Kami sangat mengapresiasi sikap dan pernyataan Pak Menteri terkait hal ini," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved