Terorisme

Menag: Tidak Ada Lembaga Keagamaan yang Dilarang oleh Turki

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, tidak ada satupun madrasah atau lembaga keagamaan bekerjasama dengan lembaga yang dilarang Turki.

Alija Berlian Fani
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin yang ditemui di acara wisuda dan pelepasan santri ke Turki di Gedung Kemenag Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2016) 

WARTA KOTA, MENTENG -- Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, tidak ada satupun madrasah atau lembaga keagamaan bekerjasama dengan lembaga yang dilarang Turki.

Hal ini terkait dengan permintaan penutupan kesembilan sekolah yang diduga memiliki kerja sama dengan Organisasi Teroris Fethullah (FETO) yang dipimpin ulama Fethullah Gulen oleh pemerintahan Turki.

"Sekolah yang ditutup berada di bawah kemendikbud. Kami (kemenag) tidak mengelola itu dan kami mengelola lembaga seperti madrasah dan pesantren," kata Lukman di Gedung Kemenag Thamrin, Jakarta Pusar, Selasa (2/8).

Berkaitan dengan penutupan sekolah, Lukman menyampaikan bahwa sekolah-sekolah yang ada berkaitan dengan FETO , sudah ditutup dan diputus kerjasamanya oleh pemerintah Indonesia.

"Penutupan sekolah berbasis Turki itu bukan wewenang Kementerian Agama, melainkan Kemendikbud," ujarnya saat ditemui dalam acara wisuda dan pelrpasan santri ke Turki.

Selain itu, Lukman juga memberitahukan tentang kerjasama yang pernah terjadi antara Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat dengan Turki.

"Di UIN Ciputat itu sudah lama kita putus Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Gulen. Jadi sudah tidak ada masalah. Saat kerjasama pun program-program sekolah itu tidak berjalan," terangnya. (Alija Berlian Fani)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved