Sepak Bola

Persija Andalkan Filosofi KUAT Hadapi BSU

Menghadapi Bhayangkara Surabaya United pada laga lanjutan ISC A di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Persija dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

Persija Andalkan Filosofi KUAT Hadapi BSU
persija.co.id
Skuat Persija Jakarta saat berlatih. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Menghadapi tuan rumah Bhayangkara Surabaya United (BSU) pada laga lanjutan Indonesia Soccer Championship A (ISC A) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (30/7/2016), Persija Jakarta dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

Beberapa pemainnya absen, The Jakmania tidak bisa mendukung di tiap laga karena terkena sanksi dari Komisi Disiplin PT Gelora Trisula Semesta, dan tidak bisanya menggunakan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai tempat untuk laga home.

Asisten pelatih Persija Jakarta, Benyamin Leo Betty mengatakan, kondisi itu membuat Bambang Pamungkas dan kawan-kawan merosot ke papan bawah di posisi 13 klasemen sementara dengan 12 poin dari 12 laga.

"Kondisi itu membuat motivasi pemain Persija jadi mengendur. Akhirnya kami selalu gagal mendapatkan kemenangan dari empat laga terakhir. Oleh karena itu, kami sudah berusaha meningkatkan mental pemain dengan menggunakan filosofi KUAT," kata Leo kepada Super Ball, Jumat (29/7/2016).

Leo menjelaskan KUAT adalah singkatan dari kreatif, ulet, agresif, dan trengginas.

"Untuk mendapatkan poin dari BSU, anak-anak harus memainkan filosofi KUAT denga baik. Anak-anak harus lebih kreatif saat menyerang dengan gaya serangan terbuka. Ditambah dengan bermain yang agresif, pemain harus bisa merebut bola dari tim lawan. Jangan hanya menunggu seperti yang dilakukan di laga sebelumnya. Untuk trengginas maksudnya adalah semua pemain harus bekerja keras dan membabat semua peluang. Jangan sampai ada titik kosong yang bisa dimanfaatkan tim lawan untuk mendapatkan ruang gerak," jelas Leo.

Leo menerangkan, kegagalan yang dialami Persija adalah gaya permainan yang monoton dan mudah ditebak tim lawan.

"Selama ini gaya permainan anak-anak selalu monoton, yaitu menyerang dari sisi sayap. Pemain
sayap selalu mengangkat bola ke depan. Begitu terus, sehingga serangan mudah dipatahkan. Seharusnya pemain lebih kreatif, misalnya saat ada pemain yang berusaha masuk ke daerah pertahanan lawan ada dua pemain yang mendampinginya dari kiri dan kanan. Dengan begitu lawan terkecoh dan kebingungan menjaga pemain yang mana. Di saat itulah bola bisa diumpan ke pemain terdekat yang posisinya pas untuk mencetak gol. Jangan hanya diam atau menunggu bola diumpan. Tetapi harus bekerja keras dan menjemput bola. Pemain harus melakukan mobilitas yang tinggi," terang Leo.

Leo menuturkan, hanya dengan cara itulah, anak asuh Paulo Camargo bisa mencuri poin dari BSU.

"KUAT harus dijalankan dengan konsisten. Karena tidak mudah mengalahkan BSU yang dalam kondisi sangat bagus. Mereka berhasil menduduki posisi tiga di klasemen sementara. BSU juga diisi
pemain-pemain yang berkualitas. Pemain di semua lini BSU harus diwaspadai. Intinya anak-anak harus benar-benar disiplin, fokus, dan full konsentrasi di sepanjang pertanidngan," tutur Leo.

Halaman
12
Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved