BPJS Kesehatan Pecahkan Rekor Muri

BPJS Kesehatan mencatatkan namanya di Museum Rekor Indonesia sebagai penyelenggara program pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat dan Papsmear.

BPJS Kesehatan Pecahkan Rekor Muri
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah warga antre mendaftar BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) di Kantor BPJS Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2014). 

WARTA KOTA, GAMBIR -- BPJS Kesehatan mencatatkan namanya di Rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai penyelenggara program pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Papsmear terbanyak.

Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia yang terbagi pada 1.558 titik pelayanan pemeriksaan dengan target peserta sebanyak 27.000 untuk pemeriksaan IVA dan 10.275 Papsmear.

Ditemui wartakotalive di acara BPJS Kesehatan Jakarta Pusat yang bertemakan KIE Deteksi Dini Kanker Rahim, Tri Mayudin Kepala Unit Pemasaran menyampaikan mengenai tempat kegiatan di daerah Jakarta Pusat.

"Ada empat titik pusat pemeriksaan IVA dan Papsmear. Walikota Jakarta Pusat, Kementerian Luar Negeri, Puskesmas Kecamatan Senen, dan Puskesmas Kecamatan Kemayoran," ujar Tri di kemenlu, Jakarta Pusat, Jumat (29/7/2016)

Pada kegiatan pemeriksaan ini, BPJS Kesehatan bekerjasama dengan Organisasi Aksi Era (OASE) Kabinet Kerja yang dipimpin Iriana Joko Widodo, Kementrian Kesehatan, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam mengoptimalisasikan gerakan promotif preventif.

"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari gerakan promotif dan preventif pemerintah dengan pemeriksaan serentak se-Indonesia," ungkap Tri.

Tujuan dari kegiatan ini sendiri untuk mendeteksi kanker serviks atau kanker leher rahim yang sering terjadi pada wanita dan menjadi penyebab kematian tertinggi dari jenis kanker yang menyerang wanita.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan terhitung dari Januari sampai Juni 2016, ditingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan mencapai 45.006 kasus dengan total biaya sekitar Rp 33,4 miliar. Sedangkan ditingkat rawat inap ada 9.381 kasus dengan total biaya sekitar Rp 51,3 miliar.

Kanker servik sendiri merupakan penyakit yang tidak menimbulkan gejala pada stadium awal dan baru terdeteksi pada stadium lanjut, di mana pengobatan semakin sukit dan biaya pengobatanpun semakin mahal.

Oleh karna itu, kegiatan ini dilaksanakan agar mengantisipasi terjadinya kanker servik dengan mengajak masyarakat untuk memeriksakan diri di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertana (FKTP) atau sarana penunjang lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. (Alija Berlian Fani)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved