Breaking News:

Pencurian Motor

Ini Alasan Pasutri Ini Curi Motor di Apartemen WGP Kelapa Gading

Pasangan suami-istri ditangkap polisi lantaran mencuri motor Kawasaki Athlette 125 di Lantai Basement Tower A, Apartemen Wisma Gading Permai, Jumat.

Penulis: | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Panji Bhaskara Ramadhan
Pasangan suami istri, JMI (27) dan J‎MS (24), ditangkap Polsek Kelapa Gading, lantaran mencuri sepeda motor Kawasaki Athlette 125 D 3567 SAG, di lantai basement Tower A, Apartemen Wisma Gading Permai, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat (10/6/2016) 

WARTA KOTA, KELAPA GADING - Pasangan suami istri (Pasutri) berinisial JMI (27) dan istrinya, J‎MS (24) ditangkap anggota Polsek Kelapa Gading, lantaran mencuri sepeda motor Kawasaki Athlette 125 bernomor polisi D 3567 SAG, di Lantai Basement Tower A, tepatnya di parkiran sepeda motor Apartemen Wisma Gading Permai (WGP), Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (10/6/2016).

Kedua pelaku tersebut nekat melakukan aksi tersebut lantaran terlilit hutan dan kerap disatroni rentenir setiap harinya.

Aksi pelaku berawal kala pasutri ini tengah dilanda kebingungan lantaran hutang-hutangnya yang belum terbayar, kerap ditagih oleh rentenir setiap harinya. Tak punya uang untuk membayar, membuat pasangan ini gelap mata dengan melakukan aksi pencurian motor di apartemen.

"Kedua pelaku pun sama-sama niat melakukan tindak pidana pencurian itu karena pusing hutang-hutangnya belum terbayar dan sering disatroni rentenir. Maka, keduanya langsung memaksakan diri dengan melakukan penyewaan di salah satu unit apartement di apartemen WGP Kelapa Gading secara harian. Berharap hutangnya bakal terbayar, keduanya pun mengincar sepeda motor yang mudah dibawa kabur di parkiran apartemen," kata Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Argo Wiyono, Kamis (28/7/2016).

Tak hanya itu, mempermudah pergerakan kedua pelaku, J‎MS pun memalsukan kartu parkir apartemen. Sementara JMI membawa kunci Letter T sebagai alat untuk mencongkel stop kontak kendaraan roda dua yang tengah diincarnya.

"JMI (27) yang sudah beberapa bulan terakhir menganggur berperan sebagai pengambil sepeda motor dengan kunci T, sementara J‎MS bertugas untuk mengamati kondisi di sekitar ‎parkiran apartemen, agar aksi JMI berjalan dengan baik. Keduanya bisa masuk karena sudah dipalsukan oleh JMS kartu parkir kendaraan apartemen," ucap Argo.

Menurut Argo, walaupun aksinya tak terendus pihak keamanan apartemen, namun kedua tak sadar jika Closed Circuit of Television (CCTV) yang terpasang diberbagai sudut merekam aksinya tersebut. Dijelaskan Argo, aksinya tersebut mempermudah pihaknya untuk melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang sudah mencuri sepeda motor milik seorang pria yang juga sebagai penghuni apartemen, yakni GJT (29).

"Kami mendapat laporan dari GJT dan langsung menindaklanjuti kejadian itu. Penyelidikan kami terbilang mudah karena CCTV pihak apartemen berhasil merekam jelas aksi kedua pelaku di lahan parkir motor apartemen. Kami cek CCTV dari pihak pengelola apartemen, dan ‎memang ada anggota petugas keamanan setempat mengenali salah satu pelaku," ujar Argo

Diketahui, sepeda motor yang berhasil dibawa lari pelaku, disembuntukan di kediaman saudara JMI yang tinggal di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Namun, pada Sabtu (11/6) lalu, sekitar Pukul 11.30 WIB, JMS berhasil diamankan di unit apartemen yang disewanya.

"Sedangkan suaminya, yakni JMI berhasil diamankan oleh tim Resmob di wilayah Bekasi Baru pada Rabu (27/7) lalu, saat sedang bersembunyi di kediaman salah satu sanak saudaranya. Meski JMI saat ini sudah meringkuk di jeruji besi ‎Polsek Kelapa Gading, namun istrinya JMS masih belum dilakukan penangkapan, lantaran pihak keluarga melakukan penangguhan lantatan tengah mengandung bayi dengan usia kandungan 8 bulan," papar Argo.

Argo melanjutkan, "Saat ini JMS masih berada di rumah keluarganya dengan status wajib lapor, sampai nanti melahirkan baru setelah itu JMD harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Saat diintrogasi JMI‎ mengaku nekat melakukan pencurian sepeda motor tersebut karena dirinya baru saja dipecat dari tempat bekerjanya di sebuah perusahaan swasta bidang marketing," lanjut Argo.

Atas tindakan pencurian yang dilakukan, JMI dijerat Pasal 363 KUHP ayat 1 ke-4 dan 5 tentang Pencurian ‎dengan ancaman hukuman pidana penjara selama maksimal 7 tahun. Sementara itu, JMI mengatakan penyesalan akan perbuatannya tersebut.

Ia mengaku, dirinya sangat membutuhkan uang selain untuk kebutuhan sehari-hari, juga untuk membayar hutang piutang terhadap seorang rentenir.

"Sudah tiga bulan terakhir menganggur dari tempat kerjaan lama, karena tidak memenuhi target penjualan. Ini juga barang yang saya curi belum sempat dijual lagi. Rencanya kalau terjual, saya mau membayar hutang kepada rentenir," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved