Terlibat Sindikat Sabu, Oknum TNI Ditangkap

Oknum anggota TNI dari Yonif Bireuen Aceh diamankan aparat Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri karena terlibat perdagangan sabu.

Terlibat Sindikat Sabu, Oknum TNI Ditangkap
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, KRAMATJATI-Oknum anggota TNI dari Yonif Bireuen Aceh diamankan aparat Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri. Pelaku yang diketahui berinisial SL (34) terlibat jaringan sindikat sabu Malaysia-Indonesia bersama FA (33) dengan barang bukti sebanyak 10 kilogram.

Pengungkapan penyelundupan 10 kilogram sabu tersebut berawal ketika tim Dittipid Narkoba Bareskrim Polri memperoleh informasi adanya peredaran narkotika yang dilakukan oleh jaringan internasional Malaysia-Medan-Jakarta. Mengetahui hal itu, petugas membuntuti jaringan mereka yang berada di Medan dan transporter yang membawa sabu tersebut dengan menggunakan mobil.

Tidak lama berselang, dua pelaku yakni FA yang berperan sebagai kurir pembeli atau pemesan barang dari Aceh dan SL yang belakangan diketahui sebagai anggota TNI dari Yonif Bireuen Aceh, bertugas melakukan pengawalan dan membawa sabu, ditangkap di SPBU Petatal Jalan Raya Lintas Timur Sumatera, Desa Petatal Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, pada Rabu (20/7) lalu.

"Jaringan yang dikendalikan langsung oleh warga negara Malaysia itu berencana untuk menyelundupkan sabu dari Malaysia menuju Indonesia melalui Selat Malaka," ungkap Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Dharma Pongrekun, Rabu (27/7/2016).

Dharma mengatakan jaringan tersebut menyelundupkan sabu dari Kuala Selangor, Malaysia menuju Tanjung Begok, Kabupaten Batubara, Indonesia dengan menggunakan kapal kayu melalui Selat Malaka. Selanjutnya barang tersebut akan didistribusikan mulai dari Aceh-Medan-Jakarta dengan menggunakan mobil.

"Barang bukti sabu tersebut dibungkus atau dikemas dengan menggunakan plastik untuk kemudian dimasukkan ke dalam tas ransel dan dibawa memakai mobil," sambungnya.

Selain sabu seberat 10 kilogram, barang bukti lainnya yang diamankan di antaranya masing-masing sebuah mobil Honda Freed dan Honda H-RV serta satu buah tas ransel.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Adapun keduanya terancam hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.

Khusus pelaku yang diketahui sebagai anggota TNI, langsung diserahkan ke Sub Denpom I/1-IV Kisaran.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved