Minggu, 12 April 2026

Tahanan Ini Terpaksa Menikah di Kantor Polsek Pademangan

Tahanan Polsektro Pademangan ini terpaksa menikah di kantor polisi.

Tahanan Polsek Pademangan menikah di kantor polisi. 

WARTA KOTA, PADEMANGAN-Suasana tangis harus bercampur bahagia terjadi di Polsek Pademangan. Itu terjadi ketika salah satu pelaku pembacokan seorang pemuda di Kawasan Kemayoran pada malam takbiran Rabu (6/7/2016) lalu, yakni Sahroni alias Pisang‎, menikahi seorang gadis belia berumur 19 tahun, yakni Dian Novita. Pernikahan yang berlangsung sederhana ini membuat Sahroni, Dian, dan sejumlah kerabat yang hadir larut dalam tangis.

Terlihat pihak keluarga Sahroni, beserta keluarga Dian menyambangi Polsek Pademangan dengan pakaian rapi. Paras cantik Dian yang saat itu tiba di Polsek Pademangan membuat wajah Sahroni memerah malu dan menangis terharu.

Pernikahan tersebut berlangsung di sebuah mushola kecil di Polsek Pademangan. Pihak kepolisian, keluarga Sahroni, dan keluarga Dian yang sama-sama didampingi kedua orangtuanya ini pun hadir menikahkan kedua pasangan terbilang muda itu.

Tangisan Sahroni dan Dian tak berhenti mengucur membasahi pipinya. Bahkan, keluarga serta kerabat Sahroni dan Dian yang turut serta hadir juga turut menangis.

"Ikhlas ya nak.. Yang kuat," ucap seorang pria tua ke Sahroni dan Dian, Jumat (22/7/2016)..

Pernikahan yang sederhana dengan mas kawin cincin emas seberat 1 gram, membuat kedua mempelai dan keluarga semakin terharu saat penghulu mengatakan pernikahan tersebut 'Sah'. Sahroni hanya bisa pasrah dengan statusnya yang sudah menjadi resmi menjadi tersangka dan tahanan di Polsek Pademangan.

Rasa penyesalan pun tertutur dari mulut Sahroni kala awak media mewawancarainya. Ia mengaku bahagia, lantaran Dian menerima apa adanya terkait dirinya yang sudah resmi menjadi tahanan di Polsek Pademangan.

"Saya menyesal atas kejadian seperti ini. Saya memang sebelumnya bilang dengan pak polisi kalau itu saya mau nikah. Itu saya bilang saat saya ditangkap di rumah saya di Kawasan Pademangan juga. Tahu saya ditangkap, istri dan kedua orangtua saya setiap hari menangis. Saya ... minta maaf," ucapnya.

Dian yang kini sah menjadi pendamping hidup Sahroni terlihat pasrah dan menerima keadaan suami tercintanya yang sudah resmi menjadi tahanan kepolisian. Dian mengaku, dirinya memaafkan pasangan hidupnya yang sudah menjalin hubungan asmara selama delapan tahun, atau sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Saya pasrah saja, saya betul-betul ikhlas menerima keadaan suami saya sekarang. Jujur sih sedih. Tapi suami saya sudah berkali-kali meminta maaf ke saya dan keluarga, dan kami pun memaafkannya," kata Dian yang saat itu masih sibuk menyeka kedua matanya yang masih berkaca-kaca.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved