Anak-anak Berkebutuhan Khusus pun Bisa Melukis

Penuh warna, kesan pertama begitu masuk ke dalam galeri utama berukuran 24 x 10 meter yang dipajang lukisan-lukisan di setiap sisinya.

Acep Nazmudin
Pameran 33 lukisan karya anak-anak berkebutuhan khusus di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jalan Palmerah Selatan. 

ARTA KOTA, PALMERAH -- Sedikitnya 33 lukisan dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jalan Palmerah Selatan.

Penuh warna, kesan pertama begitu masuk ke dalam galeri utama berukuran 24 x 10 meter yang dipajang lukisan-lukisan di setiap sisinya.

Tapi begitu dilihat lebih jauh lagi, bukan hanya penuh warna, tapi lukisan tersebut syarat akan makna, serta polos dan mudah dipahami.

Satu dari 33 lukisan karya anak-anak berkebutuhan khusus yang dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jalan Palmerah Selatan. (Foto: Acep Nazmudin)

Lukisan-lukisan tersebut adalah karya anak jalanan dan anak berkebutuhan khusus binaan Pemerintah Kota Surabaya. Maka, wajar jika sebagian besar tema dari lukisan-lukisan tersebut bercerita mengenai dunia imajinasi anak-anak.

Seperti salah satu lukisan berjudul Tumbuh karya salah satu anak berkebutuhan khusus, Omay. Lukisan akrilik diatas Kanvas berukuran 190 cm x 140 cm itu menggambarkan sekuntum bunga mekar dengan kupu-kupu warna-warni dan kumbang di sekilingnya, di bagian bawah bunga, meskipun samar, tergambar seorang bocah laki-laki tengah tersenyum.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang membuka pameran tersebut mengatakan, Omay adalah salah satu anak binaan UPTD Pondok Sosial Kalijudan Surabaya, bakatnya ditemukan oleh para pembimbing pada beberapa tahun silam.

Omay menurut Risma, telah beberapa kali mengikuti pameran, pertama kali karyanya dipajang di Pameran Mengelola Kemustahilan di Balai Kota Surabaya pada 2012 silam.

Tidak membutuhkan waktu lama, lukisan Omay ini sudah laku terjual sesaat setelah seremoni pembukaan, harganya Rp10 juta rupiah, dan sang pembeli begitu beruntung lantaran lukisan tersebut langsung ditandatangani oleh Risma sendiri.

Karya lain yang menarik perhatian adalah lukisan berjudul Memimpi karya Neneng, dibuat pada tahun 2015, lukisan ini sepintas hanya seperti coretan khas buatan anak kecil, gambar manusia, binatang, rumah, mobil, bunga dan kata-kata tanpa arti memenuhi setiap sudut lukisan berukuran 135x135 cm itu.

Pameran "Ciluuuuk Baaa...." karya anak jalanan dan anak berkebutuhan khusus ini digelar selama tiga hari, 21-23 Juli 2016. Pengunjung bisa menikmati pameran secara gratis mulai pukul 10 - 18 WIB. Ayo, buruan lihat... (Acep Nazmudin)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved