Vaksin Palsu

Orangtua Korban Vaksin Palsu Keluhkan Pelayanan Vaksin Ulang

Itu juga masih harus antre untuk konsultasi dokter dan pemeriksaan anak.

Orangtua Korban Vaksin Palsu Keluhkan Pelayanan Vaksin Ulang
Warta Kota
Orangtua rela merogoh kocek jutaan rupiah untuk imunisasi di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, tetapi malah dikasih vaksin palsu. 

WARTA KOTA, CIRACAS - Para orangtua korban vaksin palsu mengeluhkan pelayanan vaksin ulang. Pasalnya mereka merasa pelayanan vaksin ulang yang dikatakan bisa dilakukan di seluruh puskesmas di Jakarta, nyatanya tidak sama seperti kenyataan.

Salah satu orangtua korban vaksin palsu Tina (40) mengaku harus berkeliling ke tiga puskesmas di Jakarta Timur dalam waktu seharian hanya untuk vaksin ulang untuk kedua anaknya. Hal itu bermula saat dirinya memperoleh informasi dari Call Center Kementerian Kesehatan 1500567 bahwa dirinya bisa melaksanakan vaksin ulang di Puskesmas Cilangkap.

"Ketika sampai di Puskesmas Cilangkap, saya malah diminta ke Puskesmas Kelurahan Ciracas karena di sana (Puskesmas Cilangkap) tidak ada vaksin," jelas orangtua yang melakukan vaksinasi anak-anaknya di RS Harapan Bunda itu, Kamis (21/7).

Namun setibanya di Puskesmas Kelurahan Ciracas, Tina malah ditolak petugas karena di sana tidak menyediakan vaksin ulang. Ia pun diarahkan ke Puskesmas Kecamatan Ciracas untuk pelayanan vaksin ulang bagi buah hatinya tersebut.

"Akhirnya baru di sini saya dilayani vaksin ulang. Itu juga masih harus antre untuk konsultasi dokter dan pemeriksaan anak. Saya sampai harus izin tidak masuk kerja. Kami yang jadi korban tapi kenapa masih dipersulit," kata warga Cilangkap tersebut.

Pengalaman tidak menyenangkan juga dialami orangtua lainnya, Jasman (36). Ia mengaku, dirinya ditolak saat ingin mengikutkan anaknya vaksin ulang di Puskesmas Pasar Rebo. Ketika itu alasan petugas dirinya harus membawa surat pengantar dari RS Harapan Bunda

"Sejak awal kan Kepala Dinas Kesehatan DKI sendiri yang menyatakan bahwa orangtua korban vaksin palsu dapat mengunjungi semua puskesmas untuk lapor dan vaksin ulang. Namun kenyataannya malah kami ditolak," keluh warga Pasar Rebo tersebut.

Kini dirinya pun mengaku bingung dengan kenyataan tersebut. Pasalnya setahu Jasman, pelayanan vaksin ulang tidak memerlukan surat pengantar. Alhasil ia pun menunda niatnya memberikan vaksin ulang terhadap ketiga anaknya.

Terkait hal tersebut, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Iwan Setiawan mengatakan pelayanan vaksin ulang hanya ada di lima lokasi saja yakni Puskesmas Kecamatan Ciracas, RSU Kecamatan Ciracas, RSUD Pasar Rebo, RS Polri dan RS Kesdam Cijantung.

"Untuk puskesmas lainnya hanya sekadar laporan atau mendapatkan informasi. Nantinya laporan tersebut akan diverifikasi dengan data yang dimiliki satgas dan Bareskrim. Jika ternyata cocok maka akan dilakukan vaksin ulang," ungkapnya.

Ia menambahkan proses pelayanan vaksin ulang tidak memerlukan surat pengantar. Menurutnya orangtua korban vaksin palsu cukup membawa buku imunisasi yang dimiliki. "Enggak itu pakai pengantar segala, mereka cukup membawa buku catatan imunisasi untuk mengetahuinya," katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved