Breaking News:

Penutupan Jalan Masuk Stasiun Tangerang Ditengarai Picu Titik Kemacetan Baru

Terkait hal tersebut, pelayanan Stasiun Tangerang dikhawatirkannya akan terganggu secara keseluruhan.

Warta Kota/Dwi Rizki
imbas dari penutupan pintu utama itu menyebabkan kepadatan penumpang di Pintu Timur Stasiun Tangerang, Jalan Kisamaun serta kemacetan akibat tertutupnya akses masuk area parkir Stasiun Tangerang. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Keputusan Pemerintah Kotamadya Kota Tangerang untuk menutup Jalan Kiasnawi, akses masuk Stasiun Tangerang sejak Selasa (19/7) lalu diperkirakan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) dapat memicu titik kemacetan baru. Karena imbas dari penutupan pintu utama itu menyebabkan kepadatan penumpang di Pintu Timur Stasiun Tangerang, Jalan Kisamaun serta kemacetan akibat tertutupnya akses masuk area parkir Stasiun Tangerang.

Terkait hal tersebut, Vice President Corporate Comunication PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Chairunisa menyampaikan jika pihaknya maupun PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 sangat mendukung kebijakan Pemkot Kota Tangerang untuk mengurai kemacetan di sekitar lokasi Stasiun Tangerang. Hanya saja, lanjutnya, tidak dengan cara menutup akses masuk utama ke arah Stasiun Tangerang.

Karena hal tersebut dikatakannya, tidak hanya mempengaruhi kenyamanan penumpang, karena terganggunya akses dari ataupun menuju stasiun, penutupan jalan tersebut diperkirakan justru menjadi titik kemacetan baru lantaran akses masuk stasiun dari arah barat atau Masjid Agung Tangerang itu ditutup.

"Bukan hanya karena penumpukan penumpang yang masuk dan keluar pada Pintu Timur Stasiun Tangerang, perkiraan kemacetan juga ditimbulkan dari antrean kendaraan milik penumpang yang sebelumnya dapat dengan mudah melewati pintu utama menuju lokasi parkir stasiun," jelasnya.

Terkait hal tersebut, pelayanan Stasiun Tangerang dikhawatirkannya akan terganggu secara keseluruhan. Padahal, Stasiun tangerang kini tercatat melayani sekitar 13.000 penumpang setiap hari.

"Sebagian besar pengguna menggunakan pintu barat untuk keluar masuk, karena ditutup mulai Juni 2016 PT KCJ telah membuka akses ke arah timur (Pasar Anyar-red) sebagai upaya mengurai antrian pada gate dan loket arah barat atau pintu utama yang setiap harinya cukup padat," jelasnya.

Seperti diketahui, Lintas Tangerang Duri disampaikan Eva Chairunisa merupakan Lintas Commuter Line dengan pertumbuhan jumlah pengguna terbesar, yakni mencapai sebesar 30 persen dibandingkan tahun lalu. PT KCJ berharap kebutuhan masyarakat Tangerang dan sekitarnya akan transportasi KRL yang nyaman dapat diakomodir melalui kerja sama yang baik dengan pemerintah dan kepolisian setempat.

Hal tersebut dikatakannya, mengingat saat ini pemerintah juga sedang melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan moda transportasi publik yang baik dan terintegrasi yang memudahkan masyarakat pengguna jasa transportasi publik.

Penulis:
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved