Breaking News:

Kopi Beracun

Ini Kejanggalan yang Diungkap Pegawai Cafe Olivier Dalam Sidang Jessica

Dirinya menyampaikan ketiga paper bag tersebut disusun rapat di atas meja dengan posisi menutup seluruh minuman serta hiasan yang ada di atas meja.

Rangga Baskoro
Suasana sidang kasus Jessica yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (20/7). 

Usai menjawab seluruh pertanyaan, pegawai Cafe Olivier lainnya, yakni Marlon Alex Napitupulu kemudian dihadirkan.

Terkait posisi paper bag, Marlon mengatakan hal serupa, dirinya menyampaikan bila ketiga paper bag tersebut menutup pesanan yang diperkirakan sudah tersaji sekitar 10 menit setelah disajikan.

Terkait hal tersebut, JPU kemudian bertanya kepada dirinya mengenai kondisi ketiga minuman ketika menyerahkan tagihan kepada Jessica di meja bernomor 54.

Marlon menjawab jika kopi sudah terlihat watering atau berembun dengan sedotan sudah ditempatkan ke dalam gelas es kopi Vietnam.

Padahal lanjutnya, kopi seharusnya disajikan ketika akan diminum karena akan lebih terasa aroma khasnya.

Sementara, sedotan seharusnya masih dalam keadaan utuh terbungkus dan berada di luar minuman sebelum diminum oleh pelanggan.

"Kondisi kopi setelah disajikan sudah berubah, sedotan sudah ada di dalam gelas, tapi posisi sedotan bagian bibir masih terbungkus. Karena standarnya pelayan dan pegawai tidak boleh masukan sedotan ke dalam (gelas minuman-red)," ungkapnya.

Walau merasa janggal, ketika itu dirinya tidak terlalu mempermasalahkan karena dirinya mengira jika kopi telah diminum Jessica.

Akan tetapi, kejanggalan disampaikannya ketika Jessica langsung membayar dan menutup tagihan walaupun pesanan belum disajikan.

"Hal itu memang tidak wajar karena biasanya yang mau mentraktir temannya pasti titip uang DP (Down Payment-red) dan melakukan pembayaran di akhir,” ungkapnya.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved