Breaking News:

Kopi Beracun

Alasan Keluarga Mirna Tepuk Tangan saat Dengar Penjelasan Saksi Sidang Jessica

"Standarnya pelayan gak boleh masukkan sedotan ke dalam (minuman)," kata Marlon dalam keterangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (20/7).

Kahfi Dirga Cahya
Keluarga Wayan Mirna Salihin menonton persidangan Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2016). 

Persidangan kasus pembunuhan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso berlangsung dengan tensi yang panas.

Keluarga Mirna tak henti-hentinya menyoraki Jessica ketika beberapa kesaksiannya bertentangan dengan fakta yang terjadi lapangan.

Kejadian tersebut bermula ketika saksi kunci Boon Juwita alias Hani meminta kepada Ketua Hakim Kisworo untuk memperlihatkan surat keterangan sakit Jessica yang menyebabkannya tidak dapat menghadiri prosesi pemakaman.

"Dan dia bilang di (rawat) Sunter, apakah ada suratnya," ujar Hani di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, pada Rabu (13/7/2016).

Serentak, keluarga Mirna berdiri dan bertepuk tangan sambil menyoraki Jessica.

Selanjutnya, Hakim persidangan memutar rekaman Closed Circuit Television (CCTV).

Pada rekaman tersebut, saat terjadi peristiwa pembunuhan pada hari Rabu (6/1) silam, terlihat bahwa Jessica berada di Cafe Olivier pada pukul 15.30.

Sedangkan, Hani mengaku, bahwa pada pukul 15.30 Jessica sedang dalam perjalanan menuju Cafe Olivier yang terletak di Grand Indonesia.

"Saya kurang tahu, tapi sekitar pukul 15.30 Jessica bilang melalui WhatsApp kalau masih di jalan," tuturnya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ardito, saat menanyakan posisi Jessica tepat pada jam itu.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved