IPW Sebut Komjen Suhardi Alius Bakal Jadi Kepala BNPT

Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane memastikan bahwa posisi Kepala BNPT akan dijabat oleh Komjen Suhardi Alius.

Warta Kota/henry lopulalan
Komjen Suhardi Alius saat menjabat Kepala Bareskrim Polri selesai bertemu dengan pimpinan KPK di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2013). Selain mengenalkan diri penjabat baru di Mabes Polri, Suhardi Alius juga mempererat kerja sama soal pembertasan korupsi 

WARTA KOTA, DEPOK -- Setelah Jenderal Tito Karnavian resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) maka posisi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang sebelumnya dijabat Tito kini sementara kosong.

Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane memastikan bahwa posisi Kepala BNPT akan dijabat oleh Komjen Suhardi Alius.

"Rencananya pelantikan Suhardi menjadi Kepala BNPT yang baru akan dilakukan Rabu 20 Juli 2016 besok," kata Neta, Selasa (19/7).

Neta menilai, masuknya Suhardi ke BNPT menunjukkan gerbong Kapolri baru Jenderal Tito Karnavian mulai bergerak, meski Tito baru beberapa hari menjadi pimpinan Kepolisian.

Menurut Neta, posisi Kepala BNPT yang akan dijabat Suhardi adalah sangat tepat.

Sebab katanya Suhardi adalah angkatan muda di Polri. Ia merupakan lulusan Akpol 85.

"Meski belum pernah bertugas di Densus 88 Anti Teror, namun Suhardi pernah menjabat sebagai Kabareskrim. Walaupun dia akhirnya tersingkir dalam tanda kutip, menjadi Sekretaris Utama Lemhanas pasca konflik KPK-Polri," kata Neta.

Dengan tampilnya, Suhardi sebagai Kepala BNPT, kata Neta, maka bintang Suhardi kembali bersinar.

Namun, katanya, tantangan Suhardi di BNPT tergolong berat. Terutama dengan tewasnya tokoh teroris Santoso di Poso, bukan mustahil akan ada serangan balasan dari para teroris.

"Antisipasi serangan inilah yang harus dilakukan dengan maksimal oleh BNPT," kata Neta.

Dengan bergesernya Suhardi ke BNPT, kata Neta, sangat terlihat komposisi 'kabinet' Tito Karnavian di Polri sepertinya akan mengandalkan duet Akpol 87 dan 85.

"Tak heran jika berkembang kabar bahwa calon kuat yang akan menggantikan Wakapolri Komjen Budi Gunawan adalah Komjen Syafruddin, Akpol 85 yang kini menjabat Kalemdikpol. Meskipun 'kelompok Solo' menjagokan Wakaba Intelkam Irjen Lufthi sebagai Wakapolri, tapi tampaknya usul ini akan ditolak, dengan alasan Wakapolri harus dijabat perwira berpangkat Komjen senior," kata Neta.

Pergeseran di tubuh Polri ini, kata Neta, juga membuat Budi Gunawan akan mendapat pangkat Jenderal, dengan posisinya sebagai Kepala BIN.

"Budi sendiri sudah empat kali dipanggil Presiden Jokowi, sepertinya pergantian posisi Wakapolri ini akan bersamaan dengan pergantian 16 menteri pada reshuffle tahap dua, yang akan berlangsung akhir Juli ini," kata Neta.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved