RSUD Bekasi Utang Obat karena Jumlah Pasien Naik

Adapun utang obat ini dipicu karena adanya lonjakan jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Bekasi tersebut.

RSUD Bekasi Utang Obat karena Jumlah Pasien Naik
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi menyatakan, telah melunasi utang obat kepada pihak distributor obat beberapa waktu lalu.

Adapun utang obat ini dipicu karena adanya lonjakan jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Bekasi tersebut.

"Utang obat tahun 2016 sudah dibayarkan karena telah masuk dalam Rencana Bisnis Anggaran RS tahun 2016," ujar Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Titi Masrifahati melalui pesan elektroniknya yang diterima Warta Kota pada Senin (18/7).

Inspektorat Kota Bekasi menyebut, bahwa RSUD Kota Bekasi utang obat senilai Rp 1 miliar kepada distributor obat pada tahun ini. Hal ini terungkap, setelah Inspektorat mengaudit rumah sakit setempat.

Meski begitu, Inspektorat membantah utang tersebut dipicu karena RSUD tidak memiliki uang untuk membayarnya.

Hanya saja, RSUD dianggap tidak matang dalam perencanaan pembelian stok obat setiap tahun anggaran.

Titi melanjutkan, grafik pasien rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit yang dikelolanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data yang dia punya, jumlah pasien rawat inap pada tahun 2014 mencapai 16.925 orang, sedangkan rawat jalan mencapai 216.050 orang.

Angka tersebut kemudian naik pada tahun 2015, bahwa jumlah pasien rawat inap mencapai 18.767 orang dan rawat jalan mencapai 239.470 orang.

"Jumlah pasien RSUD Kota Bekasi mengalami kenaikan setiap tahunnya, maka tak ayal RSUD sampai utang dalam pembelian obat," kata Titi.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved