Vaksin Palsu

Ini Jumlah Pasien yang Pakai Vaksin Palsu di Kota Bekasi

Pemkot Bekasi telah memanggil para direksi dari tiga rumah sakit guna membahas vaksinasi ulang bagi masyarakat.

Ini Jumlah Pasien yang Pakai Vaksin Palsu di Kota Bekasi
Warta Kota/Nur Ichsan
Sejumlah pasien yang memakai vaksin palsu di Tangerang mendaftar ulang untuk divaksinasi, Senin (18/7). 

WARTA KOTA, BEKASI -- Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji menyatakan pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) guna melakukan pendataan soal jumlah pasien yang telah mendapatkan vaksin palsu di wilayahnya.

Namun dari tiga rumah sakit yang terindikasi menggunakan vaksin di sana, hanya RS Hosana Medica di Rawalumbu, Kota Bekasi yang belum menyampaikan jumlah pasien yang telah menggunakan vaksin palsu.

"Data sementara yang kami terima, di RS Elisabeth Bekasi ada 125 orang yang telah menggunakan vaksin palsu, lalu di RS Permata Mustikajaya ada 40 orang dan RS Hosana Medica belum ada karena masih didata," ujar pria yang akrab disapa Roy ini saat jumpa pers di Hotel Amarossa, Bekasi Selatan, Senin (18/7) siang.

Roy mengungkapkan, Pemkot Bekasi telah memanggil para direksi dari tiga rumah sakit guna membahas vaksinasi ulang bagi masyarakat.

Namun sejauh ini, pihak rumah sakit setempat belum menjawab keinginan Pemkot Bekasi untuk melakukan vaksinasi ulang.

"Kalau mereka tidak siap, kami siap untuk memvaksinasi ulang," kata Roy.

Sementara itu, Ketua Komite Medik RS Hosana Medik, dr. Tony Winata menyatakan, instansinya telah mendata seluruh pasien yang diduga menggunakan vaksin palsu.

Hanya saja, jumlah pasien itu langsung diserahkan ke Satgas vaksin palsu Kementerian Kesehatan.

"Datanya sudah ada dan kami akan menyerahkan data itu satgas langsung, karena sungguh tak etis kalau masih dalam penyelidikan petugas tapi kita beberkan," ujar Tony.

Tony menjelaskan, vaksinasi ulang yang dilakukan oleh tiga rumah sakit di Jakarta dan Kabupaten Bekasi sebetulnya hasil rekomendasi satgas Kemenkes.

Oleh karena itu, kata dia, RS Hosana Medica mengaku siap bila direkomendasikan melakukan vaksinasi ulang terhadap pasien.

"Kami siap melakukan vaksinasi ulang, tapi tentunya tunggu keputusan satgas Kemenkes," kata Tony. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved