Vaksin Palsu

Aliansi Minta Orangtua Korban Vaksin Palsu RS Harapan Bunda Tidak Emosi

Aliansi korban vaksin palsu meminta para orangtua agar tidak emosi dan bersikap cerdas.

Aliansi Minta Orangtua Korban Vaksin Palsu RS Harapan Bunda Tidak Emosi
Nursita Sari
Orangtua yang memvaksinkan anaknya di RS Harapan Bunda mengerumuni para petugas posko pengaduan saat mereka baru tiba di posko sekitar pukul 10.00, Minggu (17/7/2016). 

WARTA KOTA, CIRACAS -- Orangtua yang memvaksinkan anaknya di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, membentuk aliansi korban vaksin palsu di rumah sakit tersebut.

Aliansi korban vaksin palsu meminta para orangtua agar tidak emosi dan bersikap cerdas.

"Saya juga korban, tapi kita lebih cerdaslah. Jangan sampe kita emosi karena nanti kita yang rugi. Kalo kita emosi apa bedanya sama rumah sakit ini," ujar salah satu perwakilan aliansi korban vaksin palsu, Septian, di RS Harapan Bunda, Minggu (17/7).

Septian mengimbau agar para orangtua tetap tenang dan sabar. Aliansi korban vaksin palsu di RS Harapan Bunda sedang mengusahakan agar proses penyelesaian masalah vaksin ini.

"Sabarlah, kita juga ini kan sedang ada proses. Ada lembaga yang siap membantu kita. Percayakan kepada kami yang sudah bersedia mewakili teman-teman semua," kata dia.

Pantauan Kompas.com, Septian beberapa kali menghampiri orangtua yang emosi dan marah-marah saat mendatakan anaknya yang terindikasi terkena vaksin palsu. Dia mencoba menenangkan orangtua yang emosi tersebut.

Septian bercerita, saat berusaha menenangkan orangtua yang emosi, orangtua tersebut malah balik menantang mereka.

"Kayak kemarin ada satu korban udah marah-marah. Saya tahu mereka emosi. Kita coba tenangin, mereka malah tantangin kita. Sabar aja, kalo kita emosi enggak ketemu (penyelesainnya)," ucap Septian.

Septian menyebut pihak RS Harapan Bunda belum memberikan jawaban yang dapat memuaskan para orangtua.

"Belum ada jawaban yang bisa memuaskan korban. Kita masih digantung," ujarnya.

Hingga pukul 11.15, orangtua masih mendatangi posko pengaduan RS Harapan Bunda. Mereka datang untuk mendatakan anaknya yang terindikasi terkena vaksin palsu. (Kompas.com)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved