Pembunuhan

Kisah Tragis Perjalanan Farah, Polisi Belum Temukan Baju Korban

Polisi menyatakan, hanya satu barang bukti yang hingga kini belum ditemukan, baju Farah.

Kisah Tragis Perjalanan Farah, Polisi Belum Temukan Baju Korban
Yurike Budiman
Aksi Calvin Soepargo (42) pelaku pembunuhan terhadap Farah atau F (25) terekam CCTV lift Tower B Apartemen Mediterania Marina, Ancol, Jakarta Utara. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Daniel Bolly Hyronimus Tifaona mengatakan, barang bukti pembunuhan dengan bukti mayat di dalam boks berisi Farah Nikmah Ridhallah atau Mayang Farah (24), terkumpul ada 24 item.

Jasad Farah ditemukan oleh petugas patroli tol di dalam di dalam sebuah boks plastik di Kolong Tol Pintu Exit Kamal Muara atau Tol Sedyatmo, RT 04/03, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Selasa (12/7/2016) sekitar pukul 14.30.

Pria yang akrab disapa Bolly mengatakan, hanya satu barang bukti yang hingga kini belum ditemukan, yakni baju Farah.

"Semua barang bukti pembunuhan di PIK sudah terkumpul sebanyak 24 item. 

Dijelaskan Bolly, walaupun hanya baju korban saja yang belum ditemukan, pelaku tetap dijadikan tersangka, berdasarkan rekaman Closed Circuit of Television (CCTV), serta pengakuan tersangka kepada pihak kepolisian.

"Makanya, saat pelaku dimintai keterangan, kita tidak langsung percaya. Pengakuannya kita lakukan sinkronisasi (match) dulu. Contoh, CCTV merekam dia keluar dari Apartemen Aston Marina Ancol pukul 22.00 WIB. Nah, ternyata pengakuan tersangka jam segitu juga keluar, jadinya match kan. Ternyata jam segitu tersangka ini keluar ya tengah membuang mayat dalam boks plastik itu ke kolong tol," ucapnya.

Bolly melanjutkan, "Jadi walaupun barang bukti sudah satu, kami yakin barang-barang bukti yang lain yang terhitung sebanyak 24 item sudah mendukung untuk menetapkan pelaku sebagai tersangka. Kasus ini terus berjalan, bahkan pencaharian barang bukti juga berlanjut," lanjutnya.

Diketahui sebelunya, berikut Kronologi pembunuhan Farah menurut versi Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Metro Penjaringan:

Sabtu (9/7):

- Sekitar pukul 12.00 WIB ‎pelaku mengajak korban untuk makan siang di lantai dua unit apartemen tersebut, yang kemudian kembali naik ke unit apartemen untuk beristirahat sejenak.

- ‎Saat istirahat itu, pelaku yang nafsu birahinya kembali memuncak, berujung mengajak korban untuk berhubungan intim kembali.

Hanya saja, ajakan pelaku ini ditolak pun oleh korban sembari menuturkan 'Kamu Keluarnya Cepet banget, untuk apa sih diteruskan lagi. Tidak seru, lagi pula saya juga sudah dicari-cari oleh orangtua saya', "kata korban kepada pelaku yang ditiru Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Yuldi Yusman.

- Pelaku yang merasa kecewa dan berujung emosi, secara spontan memukul kepala wanita yang bekerja di salah satu bank swasta di Ciledug, Tangerang dari arah belakang dengan sebuah kayu berkali-kali.

Korban yang dalam kondisi bersimbah darah.

Saat masih hidup, korban sempat berteriak minta tolong, namun tetapi pelaku langsung mencekik korban hingga tewas.

- Sekitar pukul 20.00 WIB‎, korban dimasukkan ke dalam sebuah boks kontainer plastik yang sudah diberi alas sprei bermotif kotak-kotak warna merah jambu, kemudian mayat korban diikat dan dimasukkan ke boks kontainer plastik dengan kapasitas di atas 100 liter itu.

- Di dalam boks plastik itu, pelaku menaburkan kapur barus ke sekujur tubuh korban, kemudian korban dilakban dengan tali. Boks kontainer juga dilakban.

Selasa (12/7):

- Sekitar pukul 15.00 WIB boks kontainer plastik ditemukan oleh dua orang petugas keamanan Pantai Indah Kapuk (PIK) atas nama Amirudin dan Sidik Sutrisno.

- Selain jenazah korban, di dalam boks tersebut,  pihak kepolisian menemukan kalung emas liontin, anting emas, baju terusan warna hitam, celana dalam merk Wacual, dan blazer warna merah marun.

- Polisi juga menemukan kertas bertuliskan tulisan 'Mayang Farah' dengan hiasan tulisan Arab di sekelilingnya‎.

Surat itu diketahui berasal dari dalam dompet korban yang dikeluarkan oleh pelaku.

Surat itu juga diketahui merupakan pemberian sang ayah korban yang disimpan baik-baik oleh korban

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved