Sanusi Makin Stres dan Sering Marah-marah di Penjara

Hal ini membuat Sanusi selalu uring-uringan di dalam tahanan Rutan Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tribunnews/Herudin
Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik, keluar dari gedung KPK, Jakarta, usai diperiksa penyidik, Senin (11/4/2016). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -  Mohamad Sanusi tersangka kasus suap pembahasan Raperda Reklamasi Teluk Jakarta sudah mengetahui dirinya ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hal ini membuat Sanusi selalu uring-uringan di dalam tahanan Rutan Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Berdasarkan sumber Warta Kota, Sanusi merasa stres berat setelah ada kasus lain yaitu TPPU menimpa dirinya.

Karena kalau tidak bisa membuktikan, harta benda Sanusi akan disita oleh KPK. Namun, dia masih tegar berada di dalam tahanan.

"Sejak sebelum Lebaran Sanusi sudah tahu kalau dia kena TPPU. Gara-gara itu dia stres," kata seorang sumber itu kepada Warta Kota di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/7).

Sejak 1 April 2016 lalu, mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta itu dititipkan di Rutan Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Adik dari Mohammad Taufik itu berada di dalam satu tahanan khusus di lantai 4 Rutan Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Pada Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah, untuk kali pertama dia melaksanakan shalat Idul Fitri di lantai 5 Rutan Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Setelah melaksanakan shalat Idul Fitri, dia pun dikunjungi oleh istrinya, Naomi Shallima.

"Kemarin pas Lebaran sih istrinya datang untuk menguatkan Sanusi di tahanan," ucap sumber itu.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved