Pemkot Jakpus Janji Segera Tindak Lanjuti Warga Kesulitan Urus KJP

"Sudin Pendidikan Jakarta Pusat akan menelusuri data-datanya dan akan segera diselesaikan."

Warta Kota/junianto hamonangan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddi Chrisnandi, sidak pelayanan di kantor Pemkot Jakarta Timur, pada hari perdana masuk kerja usai libur Lebaran, Senin (11/7/2016) pagi. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Acep Nazmudin

GAMBIR, WARTA KOTA-- Pemerintah Kota Jakarta Pusat bergegas menindaklanjuti komplain warga yang mengadu tidak dapat Kartu Jakarta Pintar (KJP) ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi saat sidak, Senin (11/7/2016).

Sekretaris Kota Jakarta Pusat Sekretaris Kota, (Sekko) Jakarta Pusat, Zainal mengatakan telah memerintahkan Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Akan kita tindak lanjuti, Sudin Pendidikan akan menelusuri data-datanya dan akan segera diselesaikan," kata Zainal saat ditemui di ruangannya di Kantor Pemkot Jakarta Pusat, Gambir, Senin (11/7/2016).

Zainal mengatakan, proses pengurusan KJP sebetulnya telah ada prosedurnya, yang paling dasar sebetulnya melalui sekolah terdahulu.

"Semuanya melalui sekolah, verifikasi juga di sekolah, ini persoalan informasi saja," kata Zainal.

Sementara menurut Kepala Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Pusat Sri Ratu Mulyanti memang semua data penerima KJP masuk ke PTSP sesuai dengan rekomendasi sekolah, namun alurnya, kata dia, tidak ke PTSP pusat, namun ke PTSP kelurahan.

"Ke sekolah terlebih dahulu, tidak langsung ke PTSP, sebelumnya kan sekolah verifikasi siswa yang tidak mampu, kemudian dikeluarkan rekomendasi nama-nama di upload ke kita, jadi berdasarkan sekolah, tidak ke PTSP, jadi seolah-olah di pompong," kata Sri di tempat yaang sama.

"Jadi ibu ini mengaku anaknya pernah dapat, sekarang gak dapat, kita gak tahu," tambah Sri.

Namun menurut Sri, saat warga yang bernama Hendri tersebut mendatangi PTSP pada pagi tadi, pihaknya tetap melayani dan menyarankan terlebih dahulu untuk mencari informasi ke sekolah.

Sementara Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta, Sujadiyono mengatakan data penerima KJP akan selalu di perbaharui setiap enam bulan sekali pada Januari dan Juli.

"Kita tidak mempersulit, enggak ada rumusnya harus dapat terus, banyak faktor, misal perubahan ekonomi, kalau kemarin dapat sekarang bisa gak dapat, karena apa, mungkin persyaratan tidak terpenuhi, misal karena siswa merokok saja otomatis kita blacklist," kata Sujadiyono.

Diketahui seorang bapak bernama Hendri Supriyanto mengeluhkan soal anaknya yang tidak lagi mendapatkan KJP seperti tahun sebelumnya. Hendri mengaku sebagai warga Kawasan Roxy, Jakarta Pusat.

Menurut Hendri, anaknya bernama Yusma Kumala merupakan siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 72 Jakarta Pusat.

Tahun lalu dapat, sekarang enggak dapat (KJP). Tapi pas saya ngurus malah disuruh sana sini, dari sebelum Lebaran," kata Hendri kepada Menteri Yuddy di gedung PTSP, Senin (11/7/2016). (m7)

Editor: Tri Broto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved