PRT Tewas Dengan Luka Jeratan Leher di Apartemen Balezza

Wanita tanpa identitas yang ditemukan dimutilasi itu ternyata adalah seorang pembantu rumah tangga (PRT) di sebuah apartemen di lantai 30.

PRT Tewas Dengan Luka Jeratan Leher di Apartemen Balezza
Kompasiana
police line 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Teka-teki pembunuhan terhadap sesosok wanita yang ditemukan membusuk di kamar mandi lantai 23A LV 6 Apartemen Balezza Permata Hijau, Jalan Letjen Soepeno RT 05/02, Grog ol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2016) sore, mulai terungkap.

Wanita tanpa identitas yang ditemukan dimutilasi itu ternyata adalah seorang pembantu rumah tangga (PRT) di sebuah apartemen di lantai 30.

Informasi yang dihimpun Warta Kota, korban bernama Jeni Nurjanah (25). Dia dikabarkan menghilang dari sebuah unit apartemen sejak 5 Juni 2016 lalu. Korban ditemukan membusuk dan sedang dalam keadaan duduk menekuk di bawah wastafel kamar mandi.

Pihak kepolisian sudah membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Fatmawati untuk dilakukan visum dan otopsi. Selain itu, olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah dilakukan pihak kepolisian untuk mengungkap aksi kejam tersebut.  Polisi menduga pembunuh dari PRT itu adalah orang dalam dari Apartemen Balleza.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan bahwa bahwa sesosok mayat yang ditemukan kemarin bukan korban mutilasi. Namun, dia membenarkan wanita tersebut menjadi korban pembunuhan. "Kita temukan barang bukti yang mengarah ini terjadi dugaan tinda pidana. Langkah, kita bisa tentukan ini jasad ini siapa? kita lakukan langkah ilmiah, kita kirim ke fatmawti untuk otopsi. Selain itu kita cari keterangan saksi pada saat itu yang sangat memungkinkan kita sehingga kita dapat korban itu siapa ?" kata Eko di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/6).

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) diketahui korban adalah seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) yang bekerja di lantai 30 Apartemen tersebut. "Jadi saya pastikan itu dia adalah seorang pembantu rumah tangga di lantai 30, ada cincin di jari manis sebelah kiri‎ setelah kita olah TKP, kita tanya saksi-saksi, dan benar pembantu tersebut juga memakai cincin itu," tutur dia.

Penyebab kematian, kata dia, kehabisan oksigen akibat jeratan di leher. Ia diduga dijerat menggunakan kain oleh pelaku. Eko juga menyebut, pelaku juga diduga berjumlah satu orang. Pelaku yang disebut berjenis kelamin laki-laki ini membunuh ‎Jeni didalam apartemen itu.

"Kami tidak ditemukan adanya pisau atau benda tajam lainnya didalam lokasi. Sehingga, dugaan kami pelaku tidak membawa senjata saat akan membunuh korban. ‎Sebab yang bisa masuk kedalam hanya orang-orang tertentu saja, yang punya akses saja," tambahnya.

Kini, polisi masih mengejar pelaku. Penyelidikan dan pengumpulan alat bukti masih terus dilakukan untuk menangkap pelaku yang disebut-sebut mempunyai hubungan dekat dengan wanita asal Tulang Bawang, Lampung ini.

Isroji (53), salah seorang saksi mata penemuan mayat yang juga tukang bersih-bersih lantai 23A LV 6 Apartemen Balezza mengatakan bahwa banyak beredar kabar pembunuh dari PRT adalah seorang sekuriti dari Apartemen Balezza. Namun, dia tidak mengetahui nama dari sekuriti tersebut.

"Yang saya dengar memang sekuriti yang melakukan itu (pembunuhan-red). Karena setelah Nurjanah menghilang, sekuriti itu juga tidak masuk selama 10 hari," kata Isroji.

Menurutnya, sekuriti itu sudah dicari ke rumah kontrakannya. Akan tetapi, sekuriti itu sudah tidak berada disana. Sehingga, pihak kepolisian sedang melakukan pencarian terhadap pelaku. "Sudah dicari ke rumah kontrakannya, tapi infonya sudah ngga ada di sana," ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa di unit apartemen itu ditemukan beberapa barang bukti. Seperti puntung rokok dan sendal milik korban. Namun, alat kontrasepsi (kondom) tidak ditemukan di TKP.

Ketika Warta Kota bertanya bagaiamana korban dan pelaku bisa masuk, Isroji menduga pelaku merusak pintu masuk unit apartemen itu. Karena ada bekas pintu yang rusak. "Ada yang dirusak dari pintu sedikit," ungkap dia.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved