Lebaran 2016

LPAI Nilai Libur Lebaran Kerap Bikin Anak Merana

"Tapi nyatanya tidak semua anak asyik mudik. Apalagi dengan perjalanan panjang yang melelahkan membuat anak tidak nyaman," kata Reza.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Kompas/Heru Sri Kumoro
Suasana mudik roda dua dan roda empat jelang Lebaran 2015. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menilai momen Lebaran kerap membuat anak-anak merana.

Karenanya LPAI meminta orangtua lebih peka terhadap anak saat momen Lebaran ini, baik bagi keluarga yang mudik ke kampung halaman ataupun yang tidak.

Hal itu dikatakan Reza Indragiri Amriel, Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI, kepada Warta Kota, Kamis (30/6).

Untuk keluarga yang mudik, kata Reza, memang diakuinya banyak tips mudik ramah anak. Tujuannya agar anak pulang kampung dalam keadaan sehat, selamat, gembira.

"Tapi nyatanya tidak semua anak asyik mudik. Apalagi dengan perjalanan panjang yang melelahkan membuat anak tidak nyaman," kata Reza.

Selain itu kata dia, untuk keluarga yang tidak mudik, ketidaknyamanan anak juga kerap terjadi.

Ia mencontohkan banyak keluarga yang tidak mudik, membuat semua urusan rumah tangga beralih ke ayah bunda, karena asisten rumah tangga mereka mudik.

"Karena belum terbiasa mengerjakan itu semua, ayah bunda capek luar biasa. Badan penat, stres menghebat. Bawaannya jadi gampang marah. Modusnya mulai dari mata mendelik, mulut memekik-mekik, sampai tangan main cubit. Sasaran terdekat siapa lagi kalau bukan anak-anak," kata Reza.

Padahal kata Reza, momen tanpa asiseten rumah tangga ini adalah momen bagus mengajarkan kemandirian pada anak.

Contoh lain, katanya ayah bunda juga lupa cara masak di dapur, apalagi saat libur Lebaran, tukang sayur dan pasar juga vakum.

"Solusinya adalah mengajak anak-anak makan fast food. Berhari-hari anak-anak terpaksa mengonsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi, lemak tinggi, gula tinggi, nutrisi ala kadarnya. Lagi-lagi perkembangan anak jadi korban," katanya.

Karenanya ia meminta gaya hidup sehat yang memang bermula di meja makan dengan empat sehat, lima sempurna, enam halal tetap berlaku saat libur Lebaran.

Disamping itu kata dia, ada ayah bunda yang memutuskan menginap di hotel karena asisten rumah tangga mereka mudik.

"Masalah rumah tangga memang relatif teratasi saat menginap di hotel. Tapi muncul problem baru. Ayah bunda tidur lagi tidur lagi saat di hotel. Sementara anak-anak diasuh oleh televisi yang menyala sepanjang hari. Apa yang anak-anak tonton luput dari kontrol, karena ayah bunda itu tadi asyik dibuai mimpi," katanya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved