Ramadan 2016

21,8 Ton Daging Sapi Sitaan Dihibahkan Pemerintah ke Masyarakat

Dihibahkannya daging sitaan ini, karena mendekatinya Hari Raya Idul Fitri sepekan lagi, dan bertambahnya permintaan konsumen untuk mengkonsumsi daging

21,8 Ton Daging Sapi Sitaan Dihibahkan Pemerintah ke Masyarakat
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Menteri Keuangan RI, Bambang Permadi Brodjonegoro, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani, dan Pelaksana Harian (PLH) Mentri Sosial RI, Emi Widiyanti, secara simbolis memberikan daging sapi sitaan yang ditaruh disebuah peti kemas putih dan terbungkus rapih, ke masyarakat yang merupakan perwakilan pengurus panti asuhan maupun disabilitas yang ada di DKI Jakarta. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Kementrian Sosial, menghibahkan daging sapi asal Australia yang disita oleh Bea dan Cukai Tanjung Priok pada 30 dan 31 Mei 2016 lalu, ke masyarakat luas, di Terminal Peti Kemas (TPK), Koja, Jakarta Utara, Kamis (30/6).

Berat daging sapi asal negeri kangguru ini yang akan dihibahkan sebanyak sebanyak 21,8 ton, atau senilai Rp 939 juta.

Pantauan Warta Kota, Menteri Keuangan RI, Bambang Permadi Brodjonegoro, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani, dan Pelaksana Harian (PLH) Mentri Sosial RI, Emi Widiyanti, secara simbolis memberikan daging sapi sitaan yang ditaruh disebuah peti kemas putih dan terbungkus rapih, ke masyarakat yang merupakan perwakilan pengurus panti asuhan maupun disabilitas yang ada di DKI Jakarta.

"Daging sapi ini merupakan hasil kinerja Bea dan Cukai Tanjung Priok, yang dimana disita pada 30 dan 31 Mei 2016 lalu. Total berat daging yang akan dihibahkan yakni 21.847,22 kilogra atau 21,8 ton. Keseluruhan daging ini, nilainya mencapai Rp 939 juta," ucap Bambang.

Bambang melanjutkan, daging sitaan ini merupakan hasil pelanggaran yang dilakukan PT SNJ dan PT Abu sebagai importir. Pelanggarannya yakni Peraturan Mentri Perdagangan RI nomor 05/M-DAG/PER/1/2016, tentang ketentuan ekspor impor hewan dan produk hewan. Bambang menambahkan, yang sebagaimana tertera pada lampiran III dan Peraturan Mentri Pertanian RI nomor 58/Permentan/PK.210/11/2015), tentang karkas, daging, dan atau olahan lainnya ke dalam wilayah Indonesia.

"Dimana dalam importasi tersebut ditemukan produk hewan yang termasuk dalam jenis yang tidak diperbolehkan untuk diimpor. Antara lain, 14.400 kilogram frozen boneless beef trimmings, 5.596,5 kilogram beef offal 'a' neck bones, dan 1.850,72 kilogram bone in beef tendon," jelas Bambang.

Dikatakan Bambang, dihibahkannya daging sitaan ini, dikarenakan mendekatinya Hari Raya Idul Fitri sepekan lagi, dan bertambahnya permintaan konsumen untuk mengkonsumsi daging.

"Pemerintah terus mengupayakan tambahan pasokan daging sapi untuk menjaga kestabilan stok di pasaran," ujarnya. (BAS)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved