Seperti Ini, Penuturan Keluarga Soal Kejadian Penembakan di Kos-Kosan, yang Tewaskan Korban

Keluarga mendapat informasi dari rekan korban, kalau korban ditembak di sebuah kos-kosan di Desa Pasirjambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Seperti Ini, Penuturan Keluarga Soal Kejadian Penembakan di Kos-Kosan, yang Tewaskan Korban
TribunnewsBogor
Lokasi kos-kosan tempat korban ditembak mati. 

WARTA KOTA, BOGOR -- Bendera kuning menjadi petunjuk arah menuju rumah keluarga Ahmad Suhendar (26), korban penembakan di kos-kosan, Selasa (28/6/2016).

Rumah kakak korban yang berada di Kampung Tunggilis, RT 02/02, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat ini menjadi lokasi persemayaman jasad korban.

Kakak pertama korban, Yanti (43) mengatakan, ia mendapat kabar, adik keenamnya, tewas karena ditembak, sekitar pukul 23.30.

"Awalnya, anak saya dikasih tahu katanya ada penembakan, terus dia ngecek. Karena gak jauh kan dari rumah. Ternyata pas dicek yang ditembak itu adik saya," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (29/6/2016).

Lanjutnya, ia pun tak kuasa menahan tangis setelah mendapat kabar tersebut.

Ia mendapat informasi dari rekan korban, kalau korban ditembak di sebuah kos-kosan di Desa Pasirjambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat setelah menegur penghuni di kosan tersebut.

"Dia kan mau pulang dari Cilebut, boncengan sama temennya Awit. Terus saat dia mau pulang dia ngelihat kosan itu kebuka pintunya, dan ada cowok cewek sekamar," ungkapnya.

Korban bersama rekannya awalnya ingin menegur penghuni kosan untuk tidak bermain kartu dan tidak dalam satu kamar.

Rupanya, penghuni kosan tersinggung dengan korban dan akhirnya terlibat cekcok.

Cekcok itu pun akhirnya berujung penembakan yang membuat korban tewas di tempat.

Korban tewas dengan luka tembak tepat di kepala.

"Saya gak nyangka, ko dia meninggalnya seperti itu. Saya itu terakhir bertemu sebulan lalu, dan saat ketemu lagi dia sudah gak bernyawa," ungkapnya sambil menitikan air mata.

Korban sehari-hari dikenal baik dan ramah kepada keluarganya.

Korban juga sudah menikah dengan Fitri Rahmadani (22) dan sudah memiliki anak bernama Gilang yang masih berusia tiga tahun.

Ia juga tak mengalami firasat apapun terkait kematian korban.

Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Kramatjati pukul 00.30 WIB dan diantar ke rumah duka sekitar pukul 07.00 WIB.

Pemakaman dilakukan pukul 09.00 WIB, dengan dihadiri beberapa rekan korban yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas). (Tribunnewsbogor)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved