Pilkada

Yusril: Jangankan Dapat Rusa, Caru Babi Pun Susah

"Jangnkan cari yang halal, yang haram pun susah. Pergi saja ke hutan, jangankan (dapat) rusa yang halal, (dapat) babi saja susah," kata Yusril

Kompas.com/Robertus Belarminus
Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra di kantor DPP PDI Perjuangan untuk mengikuti tes yang sempat tertunda saat fit and proper test lalu. Selasa (17/5/2016) 

WARTA KOTA, PALMERAH— Saat ini perekonomian dunia tengah mengalami gangguan. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, mengaku percaya bahwa hal itu juga yang menyebabkan pelambatan ekonomi dalam negri.

Dalam sambutannya di acara buka bersama, di kantor DPP PBB, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (26/6/2016), Yusril menyayangkan bahwa pemerintah menanggapi situasi tersebut, dengan menaikkan tarif pajak dari rakyat yang tengah kesulitan.

"Langlah-langkah yang diambil sebenarnya langkah paling gampang, yaitu menaikan pajak setinggi-tingginya," ujar Yusril.

Alhasil rakyat yang daya belinya tengah turun karena masalah ekonomi, akan semakin kesulitan. Seharusnya pemerintah justru meringankan pajak untuk rakyat, saat kondisi susah.

"Tidak ada teorinya itu ekonomi lesu pajak dinaikkan. Seharusnya pajak diturunkan," ujarnya.

Soal kondisi masyarakat yang tengah terpuruk, ia mengaku sudah mendengar langsung, saat ia pulang kampung ke Blitung, sesaat sebelum Ramadan.

Salah seorang kenalannya menyambangi Yusril, dan menceritakan betapa susahnya untuk mencari nafkah halal. Bahkan nelayan hasil tangkapannya banyak tidak laku, karena daya beli masyarakat yang rendah.

"Jangnkan cari yang halal, yang haram pun susah. Pergi saja ke hutan, jangankan (dapat) rusa yang halal, (dapat) babi saja susah," kata Yusril menirukan ucapan kenalannya itu.

Penulis: z--
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved