Breaking News:

Lari Malam, Siapa Takut?

Lari jarak jauh pada malam hari dilanjutkan sahur di bulan puasa tentu mendatangkan suasana lain. Siapa takut?

WARTA KOTA, PALMERAH-Selama tiga pekan berturut-turut sejak Jumat (10/6) lalu, sekitar 250 pelari berlari menyusuri Jakarta dengan jarak berkisar 30-37 kilometer.

Kegiatan ini diadakan malam hari selepas waktu shalat tarawih. Pada pekan pertama, sebanyak 250 pelari berlari malam dengan start di parkir VIP fX Jakarta menuju Sektor IX Bintaro, Tangerang Selatan.

Pada pekan kedua, rute lari dari lokasi start yang sama menuju Bekasi di timur Jakarta. Sedangkan pada pekan terakhir, rute lari menuju BSD, Tangerang dengan jarak terjauh 37 km.

Antusiasme pelari berlari malam dengan jarak jauh ini sungguh luar biasa.

“Hal ini memberikan semangat dan optimisme bagi kami dalam menggelar event ultra marathon Jakarta Ultra 100 November mendatang,” ujar Torsina Situmorang, Race Director Jakarta Ultra 100.

Gelar lari malam yang dinamakan SahuRun, Sahur on the Run ini memang digagas sebagai kegiatan persiapan menuju Jakarta Ultra 100. Kegiatan ini selain untuk menyalurkan minat berlari malam, juga mengekspose Jakarta Ultra 100 kepada para pelari. Diharapkan para pelari dapat merasakan atmosfer berlari malam yang akan mereka temukan pada saat mereka mengikuti Jakarta Ultra 100 yang start-nya dilakukan pada pukul 18.30 dengan waktu hingga 18 jam kemudian.

Perlakuan terhadap pelari pada ajang SahuRun pun dibuat formal. Mereka harus melengkapi diri dengan mandatory gear (perangkat wajib untuk keselamatan diri) dan menandatangani waiver letter sebagai bentuk pemahaman terhadap lari ultra yang self support.

Untuk memberi kenyamanan, para pelari diasuransikan. Selain itu, lari bersama tanpa target juara ini juga dimaksudkan untuk mendekatkan sesama pelari dari berbagai komunitas.

“Dengan demikian mereka menjadi salingkenal,” lanjut Torsina.

Cut of Time atau waktu tempuh ditetapkan enam jam. Namun pada pos hidrasi terakhir ditetapkan jam sebagai COT. Pelari yang hingga pukul 02.00 dini hari belum mencapai atau baru mencapai pos hidrasi terakhir akan dievakuasi dengan bus yang disediakan.

Dengan demikian mereka tetap dapat makan sahur bersama tepat pada waktunya.

Andre Ismangun dari Run for Indonesia (RFI) menyambut positif kegiatan ini.

“Ajang lari malam pertama diikuti oleh 90 pelari RFI. Dengan semangat kawan lari dan kompak saling jaga, semua akan terlampaui dengan baik,” ujarnya.

Di samping itu, RFI juga bertindak selaku tuan rumah sahur bersama pada pekan pertama. Pada pekan kedua tuan rumah adalah komunitas lari Bekasi dan pekan terakhir, bertindak sebagai tuan rumah adalah komunitas lari dari BSD. Komunitas lain yang terlibat diantaranya Fakerunners dari FxSudirman sebagai tuan rumah dan fasilitator di race central, termasuk menyediakan bus baik untuk evakuasi maupun mobilisasi peserta, Cibubur Runners, BSD Running Buddy, CEO Runners Bekasi, dan lain-lain.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved