Ramadan 2016

Warga Depok Gelar Khataman Quran Serentak di 1.400 Masjid

Inisiator Gerakan Nusantara Mengaji Muhaimin Iskandar mengharapkan tradisi khatam Alquran menggeliat di Kota Depok, Jawa Barat.

Warga Depok Gelar Khataman Quran Serentak di 1.400 Masjid
Warta Kota/vini rizki amelia
Masjid Dian Al Mahri atau lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas di Jalan Meruyung, Limo, Kota Depok, menjadi titik utama digelarnya khataman Al Qur'an Nusantara Depok Mengaji. 

WARTA KOTA, DEPOK - Inisiator Gerakan Nusantara Mengaji Muhaimin Iskandar mengharapkan tradisi khatam Alquran menggeliat di Kota Depok, Jawa Barat.

Pada Selasa malam masyarakat Kota Depok melakukan khataman Alquran serentak di 1.400 masjid dan musala dengan titik utama di Masjid Dian Almahri Kubah Emas.

"Gerakan kali ini kami namakan Gerakan Nusantara Depok Mengaji. Kami sangat berharap tradisi mengaji di masjid dan musala yang biasa kita dengar dulu kembali membahana di Kota Depok. Kita tidak perlu lagi mendengar kaset mengaji di pagi hari, justru kita ingin mendengar anak-anak kita kembali meramaikan rumah Allah itu," ujar Cak Imin sapaan Muhaimin Iskandar, di sela acara itu.

Dia mengatakan, banyak orang bertanya kenapa acara dilangsungkan pada hari ini, kenapa kemudian yang dipilih Kota Depok.

"Jawabannya sesungguhnya mudah, hari ini terpilih karena bertepatan dengan hari turunnya Alquran atau Nuzulul Quran. Sedangkan lokasinya ditetapkan karena kota ini merupakan kota pelajar. Dunia pendidikannya maju. Banyak ulama, santri, cendekiawan, menteri, politisi, dan lainnya yang berdomisili di kota ini. Namun tradisi mengaji Alquran mulai pudar," ujarnya.

Melalui Nusantara Depok Mengaji, dirinya yakin Kota Depok menjadi maju, lebih berkembang dan lebih meningkat sejajar dengan Kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan kota-kota lain di Indonesia.

"Kota Depok menjadi kota yang sama rata, adil, makmur dan sejahtera setelah melakukan khataman Alquran bersama dan serentak se-Kota Depok," katanya lagi.

Cak Imin juga berharap gerakan Nusantra Depok Mengaji kembali memotivasi masyarakat Depok untuk meramaikan masjid dan musala dengan bacaan-bacaan Alquran.

"Tentu waktu kita kecil tradisi mengaji di masjid dan musala sangat kental terasa. Kalau tidak ngaji timbul rasa bersalah. Nah, perasaan seperti itu yang harus kita bangun kembali," kata dia pula.

Menurut dia, bagi kalangan Nahdlatul Ulama (NU) tradisi mengaji di masjid dan musala masih tetap terjaga sampai hari ini. Namun, tradisi baik itu hanya dijaga kaum lansia. Sedangkan anak usia remaja dan kaum muda lebih memilih nongkrong di mal ataupun kafe.

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved