Senin, 13 April 2026

Pilkada

Politisi Gerindra Nilai Ahok dan Relawannya Tengah Galau dan Cemas

Politisi Gerindra menilai relawan Ahok cemas menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Editor: Suprapto
Kompas.com/Jessi Carina
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hadir dalam perayaan 1 juta KTP di Markas Teman Ahok, Graha Pejaten, Minggu (19/6/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH-- Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra Syarif menilai calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan relawannya tengah galau dan cemas menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Syarif menyatakan, meski relawan Teman Ahok berhasil mengumpulkan 1 juta Kartu Tanda Penduduk Warga Jakarta, bukan berarti sudah ada jaminan KTP itu lolos verifikasi faktual.

Syarif juga menilai Teman Ahok sudah lempar handuk hingga menyerahkan keputusan maju melalui jalur independen atau partai politik kepada Ahok.

"Dapat 1 juta kan kata mereka. Dan tidak ada jaminan lolos verifikasi faktual KTP. Makanya mereka ajukan judicial review dan 'lempar handuk' serahin ke Ahok, 'silakan pilih jalur mana independen atau partai politik'," ujar Syarif saat dihubungi Selasa (21/6/2016).

Syarif melihat adanya inkonsistensi dari Ahok. Utamanya perihal Ahok yang sempat memuji setinggi langit Teman Ahok.

Bahkan, Ahok sempat mengibaratkan Teman Ahok adalah para pemuda yang mendesak Presiden Indonesia ke-1, Sukarno untuk memerdekakan Indonesia.

"Dulu Ahok memuji setinggi langit Teman Ahok yang katanya revolusioner, mirip seperti penculikan zaman Bung Karno ke Rengas Dengklok. Jadi mana sikap revolusionernya itu," ucap Syarif.

Teman Ahok sempat menggugat (Judicial Review) ke Mahkamah Konstitusi terkait pasal yang berada di Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada.

Teman Ahok mempermasalahkan pasal 41 soal syarat dukungan dan pasal 48 soal verifikasi faktual revisi UU Pilkada.

"Judicial Review ke MK. Itu pertanda Teman Ahok cemas dengan KTP-nya, dan juga dengan Ahoknya," ucap Syarif.

Selain itu, Teman Ahok juga meminta tiga partai politik pendukung Ahok, yakni Nasdem, Hanura, dan Golkar, untuk membuat surat rekomendasi resmi partai yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal partai, perihal dukungan kepada Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Lalu tiga parpol itu diminta buat surat resmi komitmen, kalau itu terjadi iya jelas dong, berarti nanti pilih jalur parpol. Kalau pilih jalur parpol apa artinya JR (Judicial Review), apa artinya semangat 1 juta KTP yang disebut revolusioner itu?" tutur Syarif. (Dennis Destryawan)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved