Depresi Ditinggal Istri dan Anaknya, Indra Nekat Gantung Diri

Sesosok mayat pria tewas tergantung di sebuah rumah kontrakan RT 07/04 nomor 50, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2016) malam.

Depresi Ditinggal Istri dan Anaknya, Indra Nekat Gantung Diri
Kompas.com
Ilustrasi : depresi 

WARTA KOTA, JAGAKARSA - Sesosok mayat pria tewas tergantung di sebuah rumah kontrakan RT 07/04 nomor 50, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2016) malam.

Pria itu bernama Hari Indra Arfa Sena (40) yang diduga menghabisi nyawanya karena depresi ditinggal istri dan anaknya.

Kejadian itu sontak membuat geger warga setempat. Penemuan mayat lelaki paruh baya itu sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu, kedua rekan korban mencari keberadaannya di rumah kontrakan. Karena sejak beberapa hari lalu, korban tidak bisa dihubungi.

Handari Kunti Awindyani, dan Saksi Ernest Maxim Meray langsung mencoba masuk rumah kontrakan namun dikunci.

Akan tetapi, pintu jendela rumah kontrakan itu terbuka. Saksi mata pun langsung masuk lewat jendela.

Setelah dibuka dan masuk ke dalam kontrakan kondisi ruangan tamu lampu dimatikan, dan dicek ke kamar tidak ada.

Selanjutnya saksi mengecek ke dapur dan menemukan korban tewas dengan kondisi tergantung dengan tali tambang warna hijau.

Saksi pun langsung menghubungi pihak kepolisian untuk datang ke lokasi kejadian. Menerima laporan dari warga, pihak Kepolisian Sektor Jagakarsa langsung menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kapolsek Kagakarsa Kompol Sri Bhayangkari mengatakan, peristiwa terjadi saat polisi meneirma laporan dari warga alam adanya penemuan mayat di RT 07/04, Jagakarsa, Jaksel dengan posisi menggantung di dalam kontrakanannya.

"Korban ditemukan dengan leher tergantung tali tambang di kontrakannya, di bagian dapur," kata Sri Bhayangkari saat dihubungi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (21/6).

Menurutnya, korban ditemukan kakak Iparnya lantaran tak kunjung muncul saat dia memanggilnya. Curiga adanya maling karena kondisi kontrakannya itu jendelanya terbula, serang pintu terkunci dan gelap. Kakak Ipar korban pun menerabas kontrakannya dan menemukn korban telah tewas.

"Dari hasil penyelidikan, diduga kalau korban ini gantung diri karena memiliki masalah dan beban keluarga. Sebab, Istri dan anaknya tinggal terpisah di tempat Mertua korban, Kelapa Gading," ungkapnya.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved