Detti Tri Ratno: Lift Jatuh Hanya Hitungan Detik
Wanita yang menggunakan kerudung berwarna hijau itu mengalami retak di kaki sebelah kanan karena berada dalam lift yang terjatuh dari lantai 4 Gedung
WARTA KOTA, CILANDAK -- Detti Tri Ratno (72), salah seorang korban jatuhnya lift masih dirawat intensif di Ruang VIP nomor 504, Gedung Soelarto, Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (20/6).
Wanita yang menggunakan kerudung berwarna hijau itu mengalami retak di kaki sebelah kanan karena berada dalam lift yang terjatuh dari lantai 4 Gedung Teratai.
Dengan sedikit masih merasakan rasa sakit dan kaki kanan digips, dia menceritakan kronologi kejadian na'as tersebut. Saat itu, dia bersama tujuh orang warga Perumahan Bukit Cimanggu Villa sedang mengunjungi tetangganya yang dirawat di lantai empat Gedung Teratai RS Fatmawati.
Saat itu rombongan mereka menggunakan lift pengunjung nomor dua bersama empat pengunjung lainnya. Mengetahui kapasitas lift 11 orang sementara di dalam ada 12 orang, Budi, salah seorang dari rombongan Detti sempat keluar karena ragu.
Namun, pihak satpam rumah sakit memperbolehkan pengunjung masuk kedalam lift, meski suasana tengah penuh sesak. Padahal, para pengunjung sudah khawatir dengan kondisi lift yang sudah over kapasitas. "Awal mula mau jenguk temen sakit. Dari lantai 1 mau naik ke lantai 4. Lift kapasitasnya hanya 11 orang. Tapi yang masuk 12 orang. Satpam yang melihat bilang ngga apa-apa karena alarm ngga bunyi. Mereka semua jadi masuk ke lift," kata dia, Senin (20/6).
Detti mengakui, sesampainya di lantai empat, Budi yang berada di paling depan baru melangkahkan sebelah kakinya keluar lift. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari dalam lift, dan sontak saja Budi lari keluar lift. "Pak Budi berhasil keluar tiba-tiba pintu lift langsung sedetik kemudian nutup dan anjlok itu sampai bawah," kata Detti.
Saat anjlok itu, plafon lift roboh menimpa orang-orang di dalam yang terjatuh. Sesampai di lantai dasar, satpam langsung mencongkel pintu lift yang tertutup rapat menggunakan linggis. Detti bersyukur saat itu tertimpa kawannya yang berbadan kecil. "Hanya hitungan detik lift langsung jatuh ke bawah. Tidak ada rem yang menyanggah lift. Jadi langsung bablas," ungkapnya.
Adapun plafon yang roboh, disebut melukai kawannya yang lain, Nurhasanah, hingga benjol besar di kepala. Ia membantah keterangan pihak manajemen RS Fatmawati yang mengatakan bahwa tersebut anjlok perlahan dan tidak tiba-tiba. "Kalau saya ketimpah orang yang berbadan kecil," tutur dia.
Dia mengaku tidak akan meninggalkan rumah sakit sebelum sembuh benar. Karena memang kejadian tersebut merupakan tanggung jawab dari Rumah Sakit Fatmawati. Sebelumnya, kata dia, pihak kepolisian tidak ada yang mengetahui kejadian itu. Hal ini dikarenakan pihak Rumah Sakit Fatmawati tidak ada yang memberikan laporan.
"Korban juga cuma di kasih surat pernyataan dari Rumah Sakit yang intinya mau bertanggung jawab. Seperti check up gratis, kalau mau pulamh ke rumah pake di kasih kursi roda," tutur dia.
Akan dicek
Sementara itu, datang pula Perwakilan dari lembaga Ombudsman untuk melakukan pemeriksaan kelayakan atas insiden jatuhnya lift di Gedung Teratai, Rumah Sakit Fatmawati. Mereka memeriksa lift yang menyebabkan beberapa korban mengalami luka-luka.
Asisten Bidang Penyelesaian Laporan Masyarakat Ombudsman RI, Saputra Malik mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan dari manajemen rumah sakit dan juga membawa sejumlah dokumen untuk kemudian diperiksa. "Tadi kita baru minta keterangan manajemen, dan ada juga dokumen yang kita bawa untuk diperiksa, seperti dokumen surat Izin kelayakan pemakaian lift, serifikat layak fungsi," ujar Malik.
Namun, dirinya menyatakan belum dapat menyimpulkan apakah ada kelalaian dari pihak Rumah Sakit Fatmawati yang notabennya adalah bagian pemerintah lantaran sedang pendalaman dokumen. "Kami akan menyimpulkan hari ini, tapi setelah semua dokumen kita periksa dan dalami. Intinya kami belum bisa menyimpulkan kalau belum memeriksa dokumennya," ucapnya.
Adapun dokumen yang diperiksa meliputi masalah administrasi kelengkapan dari gedung tersebut. Nantinya, apabila terdapat kelalai, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak kepolisian. "Kami akan memeriksa administrasinya, seperti perencanaan bangunan soal listriknya, desainnya, pemasangannya dan pemeliharaannya. Kita minta dokumen servis berkala. Kita ingin pastikan gedung pemerintah clear savety untuk digunakan publik. Untuk kerjasama pihak ketiga juga harus perusahaan yang berizin," ungkapnya.(bin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160620detti-tri-ratno-lift-jatuh-hanya-hitungan-detik_20160620_170022.jpg)