Breaking News:

Korban Selamat Bangunan Roboh Bertahan Dalam Posisi Sujud Sembilan Jam

Sebanyak satu orang tewas dan lima orang terluka, mereka seluruhnya adalah buruh bangunan yang bekerja untuk merobohkan bangunan.

Warta Kota/Acep Nazmudin
Upaya merobohkan bangunan ini berujung dengan duka karena menimpa sejumlah buruh bangunan di mana satu orang tewas dan lima orang luka-luka. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Bangunan Rumah Duka Heaven yang roboh pada Sabtu (18/6/2016) siang, yang menyebabkan satu orang tewas dan lima orang terluka, mereka seluruhnya adalah buruh bangunan yang bekerja untuk merobohkan bangunan yang terletak di Jalan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara itu.

Komandan Kompi Basarnas Special Group (BSG) Charles Batlajery yang bertugas mengevakuasi para korban mengungkapkan, satu korban atas nama Deden (25) ditemukan selamat setelah terjebak selama 9 jam dalam posisi bersujud di tumpukan reruntuhan tembok.

"Korban selamat ditemukan di antara lantai tiga dan lantai empat, tertimpa tiang dengan luka di pinggul," kata Charles di lokasi, Sabtu (18/6/2016).

Charles mengatakan cukup sulit untuk mengevakuasi korban, Basarnas mulai melakukan evakuasi sekitar pukul 14.30 WIB dan korban berhasil dikeluarkan pada pukul 18.30 WIB.

"Korban tertimpa tiang dan posisi sangat aempit sehingga kami mengebor bagian samping, puji Tuhan korban masih selamat," kata Charles.

Menurut Charles selama proses evakuasi dilakukan, Deden terus menerus berteriak meminta tolong.

"Terus menerus minta tolong, tolong, tolong keluarkan," kata Charles menirukan teriakan korban.

Satu orang dari tim Basarnas, kata Charles ditugaskan untuk terus berkomunikasi dengan korban selama evakuasi dilakukan.

"Ada satu anggota khusus ditempatkan untuk berkomunikasi dengan korban,  kalau gak ada komunikasi kemampuan bertahan hidup akan berkurang," kata Charles.

Korban lain, Nana (35) juga ditemukan di lantai yang sama berjarak tiga meter dengan Deden, namun Nana ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka di wajah.

"Kami prioritaskan korban selamat dulu, kami berkoordinasi dengan Dinas kesehatan untuk langsung ditanalgani," kata dia.

Korban selamat kemudian langsung dilarikan ke RS Pluit untuk mendapatkan perawatan sementara korban meninggal Jenazahnya dibawa ke RSUP Cipto Mangunkusumo.

Empat korban selamat lain atas nama sebelumnya telah dibawa ke RS Atma Jaya. Menurut keterangan pihak RS pada sore hari tiga orang korban atas nama Nursida, Suhendi dan Asep telah diperbolehkan pulang sementara satu orang korban atas nama Yanto masih dirawat. (Acep Nazmudin)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved