Lebaran 2016
Dishub Depok Minta Agen Bus Manfaatkan Terminal Jatijajar
Dishub Kota Depok meminta para agen perusahaan otobus di simpang Pal untuk memanfaatkan lahan Terminal Bus Jatijajar yang baru rampung sebagian.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok meminta dan mengimbau para agen perusahaan otobus di simpang Pal untuk memanfaatkan lahan Terminal Bus Jatijajar yang baru rampung sebagian dan belum dioperasikan.
Hal itu dilakukan untuk menghindari penumpukan armada bus di simpang Pal, Cimanggis di Jalan Raya Bogor yang menjadi pemicu utama kemacetan di setiap musim mudik Lebaran.
Di lahan sekitar 10 hektar di Terminal Jatijajar yang sudah dibeton itu, cukup layak untuk dijadikan tempat memarkirkan bus sebelum diberangkatkan membawa pemudik.
Hal itu dikatakan Kepala Dishub Depok Gandara Budiana kepada Warta Kota, Jumat (17/6/2016).
"Kita sudah mengimbau para agen PO Bus untuk memanfaatkan Terminal Jatijajar, sehingga bus tidak bertumpuk di simpang Pal, dan menutup satu lajur Jalan Raya Bogor arah ke Jakarta, yang akan menjadi pemicu kemacetan," kata Gandara.
Namun, apakah imbauan dan permintaan pihaknya akan dituruti para pengelola agen bus, Gandara, tidak dapat memastikannya.
"Yang pasti salah satu upaya mengantisipasi kemacetan adalah menghindari penumpukan kendaraan di simpang Pal atau diminimalisir," katanya.
Nantinya kata dia, petugasnya akan terjun ke sana dan mengaturnya agar bus tidak terlalu lama diparkir di sana.
Sehingga kata dia bus sampai di simpang Pal itu hanya sesaat saja untuk membawa atau menaikkan penumpang saja. Sehingga bus tak berlama-lama di sana dan terparkir di sisi jalan.
Sebab keberadaan belasan bus di sana menjadi penyebab utama kemacetan di Jalan Raya Bogor dan akhirnya Jalan Akses UI yang titiknya cukup dekat dan merupakan persimpangan.
Selain itu, kata Gandara, pihaknya akan menurunkan 175 personelnya di beberapa titik ruas jalan di Depok yang rawan kemacetan, saat musim mudik Lebaran kali ini atau mulai H-7 Lebaran.
Menurutnya sedikitnya ada 15 jalur atau ruas jalan di Depok yang rawan kemacetan karena dilintasi bus yang membawa pemudik ke kampung halaman.
"Diantaranya beberapa titik di Jalan Margonda, juga di Jalan Sawangan, Jalan Raya Bogor, Jalan Juanda dan beberapa titik lain," kata Gandara.
Ia memastikan akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Depok untuk mengatasi kemungkinan kemacetan di sejumlah ruas jalan di Depok selama musim mudik Lebaran.
"Kami akan selalu bersama dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas dan mengantisipasi kemacetan ini," katanya.
Sementara itu Kasat Lantas Polresta Depok Komisaris Sutomo menuturkan pihaknya akan menerjunkan 160 anggotanya untuk mengantisipasi hal yang sama.
Ini berati jika digabung dengan personel Dishub Depok yang berjumlah 175 orang, maka totalnya ada 335 petugas gabungan dari Dishub dan Satlantas yang turun ke lapangan untuk mengurai dan mengantisipasi kemacetan pada musim mudik Lebaran di Depok kali ini.
Mereka mulai mengantisipasi kemacetan sejak H-7 Lebaran sampai H+7 Lebaran.a
"Jadi untuk personel kami ada 160 anggota Satlantas Polresta Depok yang akan turun mengantisipasi kemacetan selama musim mudik Lebaran di Depok," kata Sutomo, kepada Warta Kota, Jumat (17/6/2016).
Menurutnya para personelnya itu akan berkoordinasi dengan personel Dishub Depok dan saling bahu-membahu mengatasi kemungkinan kemacetan, di sejumlah ruas jalan rawan macet.
Sebab kemacetan biasanya terjadi ruas jalan dilintasi bus pemudik atau dijadikan terminal bayangan.
"Nanti sebelum H-7 kita akan gelar apel kesiapan bersama Dishub Depok, untuk mengantisipasi kemacetan di musim mudik Lebaran ini," kata Sutomo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jatijajar_20150710_214603.jpg)