BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan JKM di Kementerian Pariwisata

Tercatat sebanyak 1.103 tenaga kerja di bawah naungan Korpri Kementerian Pariwisata sudah tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan JKM di Kementerian Pariwisata
Warta Kota/Bintang Pradewo
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Jakarta Menara Jamsostek menyerahkan santunan program Jaminan Kematian (JKM) kepada tenaga kerja di Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2016). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Jakarta Menara Jamsostek menyerahkan santunan program Jaminan Kematian (JKM) kepada tenaga kerja di Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (17/6). Dimana jaminan sosial itu adalah hak dari seluruh tenaga kerja.

Penyerahan santunan program JKM yang dihadiri Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif dan Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc tersebut dilaksanakan di Balairung Soesilo Soedirman Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (17/06/2016).

Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif mengatakan bahwa jaminan sosial yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan merupakan hak seluruh tenaga kerja. "Perlu kita ketahui bersama bahwa jaminan sosial adalah hak seluruh tenaga kerja, baik di sektor penerima upah maupun sektor bukan penerima upah," kata Krishna Syarif, Jumat (17/6).

Momen penyerahan santunan program JKM BPJS Ketanagakerjaan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh insan di Kementerian Pariwisata akan pentingnya memiliki jaminan sosial. Tercatat sebanyak 1.103 tenaga kerja di bawah naungan Korpri Kementerian Pariwisata sudah tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami mengucapkan apresiasi setinggi tingginya kepada Bapak Menteri Pariwisata atas kepedulian yang telah mengikutsertakan tenaga kerja di Kementerian Pariwisata pada program BPJS Ketenagakerjaan," tutur Krishna.

“Kami dari BPJS Ketenagakerjaan juga mengucapkan duka yang sangat mendalam dan turut berbelasungkawa atas kepergian alm. Bapak Heriyanta semoga almarhum khusnul khotimah,” kata Krishna Syarif kepada ahli waris.

Alm. Bapak Heriyanta merupakan tenaga kerja dari Sekretariat Korpri Kementerian Pariwisata yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan cabang Jakarta Menara Jamsostek sejak bulan Agustus 2015 dan meninggal pada 27 Mei 2016 yang lalu. Ahli waris menerima santunan kematian dari program JKM BPJS ketenagakerjaan yang diberikan secara simbolik oleh Meteri Pariwisata Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc. Santuan kematian yang diberikan adalah sebesar Rp 24 juta sesuai dengan amanat Undang-Undang 24 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah No. 44m Tahun 2105.

BPJS ketenagakerjaan terus berupaya dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kerja di Indonesia dari risiko sosial ekonomi. Hal ini merupakan amanat Undang Undang yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan bagi setiap pekerja di Indonesia.

Menteri Pariwisata Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc menyampaikan turut berduka cita kepada ahli waris alm. Bapak Heriyanta. Momen ini diharapkan lebih menyadarkan kita akan pentingnya berasuransi untuk memastikan perlindungan dari risiko sosial ekonomi, salah satunya akibat kematian.

"Untuk itu perlu dilaksanakan sebuah sistem yang bertujuan untuk meminimalisir risiko sosial ekonomi apabila terjadi risiko kematian, salah satunya program Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakan Kerja BPJS Ketenagakerjaan," tuturnya.

Penulis:
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved