Ramadan 2016
Tidak Boleh Jualan Takjil, Warga Blokir Jalan Moch Khafi 1
Kita cuma dagang. kita minta pasang lagi. kalo engga ya kita grudug kelurahan. kita semua sama ibu-ibu kita akan datangi,
WARTA KOTA, SERENGSAWAH - Puluhan warga melakukan aksi blokir jalan di Jalan Moch Kahfi 1, Cipedak, Jakarta Selatan, Rabu (15/6) siang. Hal ini dilakukan lantaran lapak dagangan takjil warga ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kelurahan Cipedak pada Selasa (14/6) kemarin.
Puluhan warga itu merupakan warga Gang Damai 74 memblokir jalan dengan cara menutup sebagian jalan dengan sejumlah kayu. Alhasil, akibat pemblokiran jalan tersebut arus lalu lintas menjadi terganggu dan kemacetan pun tidak bisa dihindarkan.
Belasan petugas gabungan dari Kepolisian Sektor Jagakarsa, TNI dan Satpol PP berjaga dilokasi pemblokiran tersebut. Aksi unjuk rasa tersebut sempat memanas saat dengan kedatangan para intansi kemanan itu yang mereda aski mereka. Namun aksi itu tak mengundang keributan.
Samsul (45), salah seorang warga yang berdagang takjil mengeluhkan aksi semena-mena dari aparat Satpol PP. Pasalnya, penertiban yang dilakukan Satpol PP tanya adanya sosialisasi. Mereka langsung mengambil lapak dagangan para pedagang takjil.
Setidaknya ada 20 pedagang yang kemarin berjualan berjualan di bahu jalan. Para pedagang mengaku hanya musiman berdagang disitu. Sehingga, meminta pengertian dari aparat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Satpol PP maen bongkar aja. gak ada sosialisasinya. kita kan dagang cuma bulan ramadhan. makanya itu kita dirikan enggak permanen. dosa tuh, orang nyari rijeki di bulan ramadhan malah dibikin susah," keluhnya, Rabu (15/f).
Karena itu, aksi pemblokiran jalan yang hanya berlangsung 20 menit itu sebvagian menuntut agar lapak mereka dibangunkan kembali. jika tidak, maka puluhan warga mengancam akan mendatangi kantor kelurahan setempat.
"Kita cuma dagang. kita minta pasang lagi. kalo engga ya kita grudug kelurahan. kita semua sama ibu-ibu kita akan datangi," tuturnya.
Akhirnya perwakilan pedagang melakukan mediasi dengan aparat Kecamatan Jagakarsa, Kelurahan Cipedak dan pihak Kepolisian. Wakil Camat Jagakarsa, Abdul Choid telah melakukan kesepakatan bersama warga.
Menurutnya, pihaknya mentoleransi permintaan para warga untuk berdagang takjil dibulan ramadhan. Hanya saja, untuk lokasi tidak menjorok kedepan yang dapat menggangu jalan. "Sekarang sudah dipasang lagi sama petugas satpol pp. kita telah membuat kesepakatan yang penting mereka tidak menggangu kepentingan umu dan jalan. ini bukan temporer ya, hanya toleransi," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160615-takjil-blokir_20160615_191809.jpg)