Minggu, 26 April 2026

Korban Kebakaran di Bulan Ramadan Dilanda Kepedihan dan Nestapa Terus Menerus

Sebanyak 100 warga kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/6/2016) sekitar pukul 01.30.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Kebakaran besar melanda di pemukiman padat penduduk pada Selasa (14/6) dini hari. Api membakar puluhan rumah di RT 15 / RW 10 Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. 

WARTA KOTA, TAMANSARI -- Para korban kebakaran di Jalan Kampung Jawa, Kebon Sayur, RT 12 / RW 10 Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat merasakan kesedihan yang mendalam.

Sebanyak 100 warga kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/6/2016) sekitar pukul 01.30.

Di momen Ramadan tahun ini mereka kini terpaksa mengungsi di posko kebakaran. Tempat pengungsian itu didirikan di Gedung Yayasan Al Muttaqin, Jalan Kerajinan, Kebon Sayur, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

"Ada 19 rumah yang terbakar, 100 warga mengungsi di posko yang sudah disediakan," ujar Lurah Keagungan, Imbang Santoso kepada Warta Kota di Tamansari pada Selasa (14/6/2016).



Posko itu pun sudah dipenuhi para korban kebakaran.

Warga yang terdiri dari kaum ibu - ibu serta anak - anak duduk lesehan di atas terpal meratapi kesedihannya ini.

"Bulan puasa begini dapat cobaan kebakaran, rasanya sedih terus menerus," ujar Yanti (48) satu dari korban kebakaran menahan isak tangisnya di Gedung Yayasan Al Muttaqin pada Selasa (14/6/2016).

Ia pun terlihat lemas menjalani ibadah puasanya hari ini. Dirinya tak bisa menyelamatkan harta bendanya akibat kebakaran dahsyat yang menghanguskan rumahnya itu.

"Cuma bawa baju yang dipakai saja, ini  pakai baju ganti ada orang yang kasih. Api sudah besar dan dekat enggak keburu selamatkan barang," ucapnya.

Hati Yanti pun terasa gundah. Lantaran akan merayakan Lebaran tak mempunyai tempat tinggal.

"Semoga secepatnya bisa bangun rumah lagi, Lebaran juga bingung mau di mana nantinya," katanya terdengar lirih.

Di tengah kesedihan yang mendalam, mayoritas para korban juga terlihat lesu. Mereka pun menjalani ibadah puasa menahan lapar, haus, dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini.

Sahur dan Buka Puasa

Meski dilanda kebakaran, para korban tetap menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan ini. Mereka melakukan aktivitas seperti biasanya yakni melaksanakan sahur dan berbuka puasa.

Suku Dinas Sosial Jakarta Barat memberikan bantuan kepada para korban. Bahan - bahan logistik pun perlahan - lahan berdatangan ke posko kebakaran ini.

"Untuk sahur dan buka puasa kami siapkan makanan cepat saji," ungkap Kasudin Sosial Jakarta Barat, Surya saat berbincang santai dengan Warta Kota.

Ia pun merinci barang - barang yang sudah disiapkan oleh jajarannya. Di antaranya seperti tenda satu unit, terpal 6 lembar, 100 selimut, 180 roll biskuit, mie instan 15 dus, dan sarden 5 dus.

"Selain makanan, kami juga sudah menyediakan obat - obatan apabila ada warga yang sakit," katanya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved