Ramadan 2016

Sebelum Beli Parcel, Masyarakat Harus Cek Kemasan dan Tanggal Kadaluarsa

BPOM DKI mengimbau masyarakat agar lebih selektif memilih makanan atau parsel dengan melakukan pengecekan harus dilakukan sebelum membeli.

Kompas.com
Ilustrasi : Pedagang parsel di kawasan Cikini 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar lebih selektif memilih makanan atau parsel untuk merayakan Lebaran. Sehingga, pengecekan harus dilakukan sebelum membeli makanan kemasan yang berada di dalam parcel.

Dewi Prawitasari, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta mengatakan masyarakat harus selalu waspada ketika membeli parsel yang berisi makanan. Selalu periksa tanggal kondisi dari kemasan makanan-makanan yang berada di dalam parsel.

"Cek kemasan produk, masih bagus nggak kemasannya. Kalau kaleng penyok atau kembung jangan dibeli," kata Dewi, Selasa (14/6/2016).

Menurutnya, tanggal kadaluarsa juga harus dicek oleh masyarakat. Namun, kualitas barang yang dijual di pasaran bisa dilihat dari kemasan.

Meskipun tanggal kadaluarsanya masih lama, jika kemasan rusak bisa jadi makanan di dalamnya sudah tidak layak.

Contohnya kaleng sarden. Jika kaleng dalam kondisi penyok atau kembung kemungkinan di dalamnya terdapat bakteri patogen yang berkembang biak tanpa memerlukan oksigen (anaerob).

"Bakteri itu membahayakan yang menyebabkan konsumennya langsung mual, pusing, kejang-kejang, muntah, bahkan bisa menyebabkan kematian," ungkapnya.

Sehingga, ketika ada parcel yang dijual dengan harga miring harus tetap dicek. Masyarakat jangan asal percaya dan membelinya. Karena masyarakat juga perlu melakukan pengecekan izin edar dari makanan tersebut.

"Jadi jangan tergiur dengan harga parcel yang diskon atau lebih murah," tutur dia.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved