Breaking News:

Citra Satpol PP DKI Ikut Terpengaruh Tindakan Arogan Satpol PP Kota Serang

Tindakan arogan dari aparat Satpol PP Kota Serang saat menyita makanan pedagang warteg, juga berpengaruh terhadap citra dari Satpol PP di Ibukota Jaka

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Dwi Rizki
Satpol PP membongkar 63 lapak PKL di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2013) siang. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA -- Pemberitaan tindakan arogan dari aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang saat menyita makanan pedagang warteg, Saeni (53), juga berpengaruh terhadap citra dari Satpol PP di Ibukota Jakarta.

Mungkin itu yang dialami oleh Asromadian, Kasatgas Satpol PP Kebayoran Lama, saat berhadapan dengan masyarakat.

Menurutnya, menjalankan amanat Peraturan Daerah (Perda) memang tugas dan kewajiban dari Satpol PP.

Namun, memang harus ada cara-cara tertentu.

"Jadi aparat Satpol PP itu seperti buah simalakama. Kami ini ingin menegakan Perda," kata Asromadian kepada Warta Kota di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (13/6).

Dia menjelaskan cara arogan dari Satpol PP tidaklah benar.

Seharusnya, dengan cara lebih manusiawi dalam mengatur pedagang.

"Kan itu bisa ditegur dan bukan malah dibawa semua makanan pedagang ibu itu. Kan kasian juga," ungkapnya.

Apalagi, dalam bulan Suci Ramadan 1437 Hijriah ini. Dimana, nafsu dan amarah dalam melaksanakan tugas sering diuji.

Oleh sebab itu, dia mengaku akan melakukan penegakan Perda lebih humanis.

Dibandingkan dengan cara yang cukup arogan seperti diperlihatkan anggota Satpol PP Kota Serang di media televisi.

"Kita tidak kendurkan penertiban terhadap pedagang kaki lima yang melanggar aturan Perda nomor 8 tentang ketertiban umum. Namun mungkin pendekatannya berbeda," ucapnya.(bin)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved