Pembunuhan

Begini Permohonan RA Sebelum Sidang Pledoi Dimulai

"Tadi sebelum sidang, RA memohon ijin bicara kepada majelis hakim. RA tetap menyangkal bahwa dirinya tidak bersalah," kata kuasa hukum RA, Alfan Sari.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Nur Ichsan
Salah satu terdakwa kasus pemerkosaan yang disertai pembunuhan menggunakan cangkul terhadap Enno Fariha dikawal ketat polisi dan petugas dari amarah keluarga korban selain sejumlah orang di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (7/6). 

WARTA KOTA, TANGERANG - RA (16), remaja pembunuh Enno Farihah (19) sempat menyampaikan beberapa permohonan kepada majelis hakim sebelum sidang pledoinya dimulai di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (13/6).

"Tadi sebelum sidang, RA memohon ijin bicara kepada majelis hakim. RA tetap menyangkal bahwa dirinya tidak bersalah," kata kuasa hukum RA, Alfan Sari.

Alfan menuturkan, RA juga memohon kepada majelis hakim agar dirinya dibebaskan.

"Tolong bebaskan saya. Saya nggak bersalah. Saya kasihan sama ibu saya, " kata Alfan menirukan omongan RA sebelum sidang.

Alfan menambahkan, RA juga menyampaikan rasa rindunya dengan sang adiknya.

"Saya kangen sekali sama adik saya di rumah. Saya mau mandiin adik saya lagi," RA, sebagaimana disampaikan Alfan.

RA juga membaca doa dengan suara keras di dalam ruang sidang.

"Dia baca surat al-Fatihah dan Alam Nasroh sebelum sidang tadi, " katanya.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota , salah satu pembunuh Enno, Rahmat Arifin (24) mengatakan bahwa RA sebetulnya tidak berada di lokasi pembunuhan Enno pada 13 Mei lalu.

Selain dirinya dan pelaku lainnya, Imam Hapriadi (24), ada satu pria lain bernama Dimas yang ikut membunuh Enno.

Belakangan, RA juga membantah semua isi berita acara pemeriksaan (BAP) Polda Metro Jaya.

Muncul spekulasi bahwa RA adalah korban salah tangkap. (kar)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved