Kasus Pembunuhan
Adela Teman Enno Tanggapi Soal Dimas atau Tompel
Adela (20) penghuni mess tempat kejadian perkara kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Enno Farihah di Kosambi, merupakan rekan kerja Enno.
WARTA KOTA, TANGERANG - Adela (20) penghuni mess tempat kejadian perkara kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Enno Farihah di Kosambi, Tangerang. Ia juga merupakan rekan kerja Enno.
Wanita asal Ambon ini mengaku sudah bekerja di PT Polyta Global Mandiri selama 2 tahun. Sedangkan Enno baru sekitar 8 bulan menjadi buruh pabrik di tempat tersebut.
Keduanya saling mengenal sudah 6 bulan lamanya. Adel pun menjadi saksi persidangan tersangka RA di PN Tangerang.
Perkara ini pun memasuki babak baru. RA menyebut ada seorang bernama Dimas atau Tompel yang terlibat dalam kasus tewasnya Enno dengan menggunakan cangkul.
Namun Adel beserta rekan lainnya kompak tak mengetahui siapa itu sosok Dimas. Bahkan menurutnya, Enno merupakan seorang gadis yang tertutup apabila memliki masalah.
"Enggak tahu Dimas, korban juga tertutup enggak bawa teman cowok ke kamarnya. Saya juga enggak pernah lihat RA masuk ke mess," ujar Adel saat ditemui Warta Kota di kontrakannya, Kosambi, Tangerang pada Jumat (10/6/2016).
Di antara para tersangka dirinya hanya mengenal pelaku yang bernama Rahmat Arifin. Arifin dikenal Adel lantaran sama-sama bekerja di PT Polyta Global.
"Saya kenal Rahmat Arifin, messnya juga kan sebelahan. Tapi saya enggak tau kalau dia berteman sama yang namanya Dimas atau RA," ucapnya.
Bahkan pengakuan Adel, Rahmat Arifin merupakan sosok yang baik dan gemar bercanda. Sama halnya dengan Enno yang selalu tampak riang.
"Saya juga enggak nyangka dia (Rahmat Arifin) ngelakuin kaya gitu. Enno memang masih gadis dan cantik, sering ngobrol sama saya. Tapi enggak pernah cerita kalau ada masalah," katanya.
