Salat Jenazah Muhammad Ali Dipimpin Zaid Shakir, yang Mendampinginya di Hari-hari Akhir
Imam California, Zaid Shakir, orang yang mendampingi Ali di saat-saat terakhirnya.
WARTA KOTA, PALMERAH -- Salat jenazah untuk Muhammad Ali dipimpin oleh Imam California, Zaid Shakir, orang yang mendampingi Ali di saat-saat terakhirnya.
Sebagaimana disampaikan oleh BBC.co.uk, yang dikutip Warta Kota, Muhammad Ali dimakamkan, Jumat (10/6/2016).
Sejumlah kalangan dari berbagai suku bangsa mengikuti pemakaman legenda tinju dunia itu.
Sejumlah media massa di Amerika Serikat (AS), juga menjadikan Muhammad Ali sebagai salah satu phalawan di negara itu dan namanya sudah dijadikan sebagai nama salah satu jalan di AS.
Ribuan orang mengikuti salat jenazah Muhammad Ali, yang digelar di Freedom Hall di Louvisville, kota kelahirannya.
Acara yang penuh diselimuti keharuan duka cita itu dihadiri oleh sejumlah tokoh tinju dunia dan sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM).
Muhammad Ali adalah figur sejati, tokoh HAM, antiperang, yang tingga di AS, yang menjadi salah satu warga kehormatan di AS.
Meski seringkali, dia tidak sejalan dengan kebijakan di negara itu, termasuk kisahnya menolak dipaksa perang ke Vietnam.
Karena itu, dia dipenjara.
Risiko yang ditanggung Muhammad Ali tentu tidak sedikit, apalagi dia adalah pemeluk agama Islam, agama minoritas di AS.
Muhammad Ali selalu menggunakan sejumlah kesempatan untuk berdakwah tentang agama Islam, sebelum dia meninggal dunia pada 3 Juni di usia 74 tahun.
Muhammad Ali dulunya bernama Casius Clay dan dalam sebuah kesempatan, dia bertemu Malcolm X, yang menjadi salah satu gurunya untuk belajar tentang agama Islam.
Muhammad Ali memeluk agama Islam pada tahun 1964 dan terus memperdalam agama Islam untuk disampaikan kepada dunia termasuk dengan menyampaikannya melalui dunia tinju yang sangat keras.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ali_20160606_101050.jpg)