Saipul Jamil Ditangkap

Pembacaan Pledoi Saipul Jamil Digelar Hari Ini

Pedangdut Saipul Jamil atau Ipul kembali menjalani sidang di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jumat (10/6), sekitar pukul 13.00 WIB.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Nur Ichsan
Saipul Jamil saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kasus pelecehan seksual dengan dirinya sebagai terdakwa, Senin (9/5). 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Pedangdut sekaligus terdakwa kasus pencabulan dibawah umum terhadap penggemarnya sendiri, DS (17), yakni Saipul Jamil atau Ipul kembali menjalani sidang di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jumat (10/6), sekitar pukul 13.00 WIB.

Agenda kali ini terdakwa Ipul akan melakukan pembacaan pembelaan atau pledoi.

Tak terima dituntut tujuh tahun penjara dengan denda Rp 100 juta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sekaligus menjabat Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Dado Ahmad Ekroni, pada sidang yang digelar di PN Jakarta Utara, pada Selasa (7/6) lalu.

"Bang Ipul sendiri serahkan semuanya pada kami kuasa hukumnya untuk melakukan pembelaan atau pledoi setelah shalat Jumat," katanya saat dikonfirmasi.

Diakui Kazman, pihaknya menilai banyak fakta-fakta dan kesaksian dalam persidangan yang tidak diperhatikan oleh JPU.

"Bahkan banyak isi tuntutan tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta. Fakta apa? Yakni alat bukti yang kami ajukan berupa surat dan saksi yang kami hadirkan. Jujur saja kami amat sangat keberatan ketika JPU menyatakan klien kami ini sudah melakukan pelecehan seksual," paparnya.

Kazman pun berharap, dalam pembelaan yang dilakukan kali ini dapat mempengaruhi majelis hakim untuk melihat lebih jauh persoalan ini secara jernih.

"Majelis hakim bisa memberi vonis bebas kepada Bang Ipul. Menurut kami secara objektivitas pun nggak pantas dihukum Bang Ipul. Karena seseorang tidak dapat dihukum hanya dengan keterangan dari pelapor atau saksi semata. Seseorang juga tidak dapat dihukum hanya dengan asumsi, persepsi atau vonis publik saja. Kita sudah objektif bicarakan fakta persidangan," terangnya kembali. (BAS)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved