DKI Pelajari Contra Flow di Jalur Busway

Pemprov DKI tengah mempelajari usulan bus melaju berlawanan arah (contra flow) di jalur busway.

DKI Pelajari Contra Flow di Jalur Busway
Warta Kota
Ilustrasi : Seorang calon penumpang tampak menyetop bus angkutan umum di jalur busway koridor IX, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (7/1/2011). 

WARTA KOTA, BALAI KOTA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan kembali meningkatkan sterilisasi jalur busway. Rapat kordinasi pun telah dilakukan bersama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dihsubtrans) DKI, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), dan Dirlantas Polda Metro Jaya, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/6/2016).

Dalam rapat tersebut, dibahas agar sterilisasi jalur busway juga bisa digunakan sebagai jalur evakuasi. Baik untuk ambulans maupun pemadam kebakaran.

Tak hanya itu, rencananyanya juga akan dilakukan contra flow untuk sterilisasi busway tersebut.

"Jadi kita sepakat bahwa busway ini bukan hanya utk bus TJ (TransJakarta) saja. Tapi ini juga adalah jalur evakuasi sebetulnya. Kan Jakarta begitu macet, helikopter juga nggak mungkin turun. Kalau terjadi misalnya ada orang serangan jantung, atau seperti kebakaran segala macam, bagaimana pemadam bisa masuk? Nah satu-satunya cara yaitu busway," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/6/2016).

Karena itu, lanjut Ahok, apapun risikonya, semacet apapun, jalur busway jalur evakuasi tidak boleh terhambat.

Pihaknya juga telah meminta pihak polisi agar tidak menggunakan diskresi lagi untuk membiarkan kendaraan umum masuk ke jalur busway.

"Makanya saya minta tadi, tolong jangan ada diskresi lagi. Kalau dia masuk bagaimana pun lalu mentok terus jalur evakuasi kita juga hilang. Terus tadi ada pertanyaan, terus menteri gimana kalau mau rapat? Kita pilih saja, kalau plat RI boleh masuk deh. Gubernur boleh nggak? Nggak boleh. Embassy juga nggak kita kasih masuk, embassy terlalu banyak platnya. Plat RFS juga nggak bisa. Polisi juga nggak boleh masuk, kecuali dia kawal ambulans," tegasnya.

Sedangkan, untuk efek jera, Ahok juga meminta agar bagi kendaraan umum yang masuk jalur busway, dikenakandenda maksimal Rp 500.000. Yaitu dengan memberikan denda menggunakan formulir merah.

"Tadi saya juga minta jangan tilangnya pakai formulir yang merah, itu kan mesti ke pengadilan. Di sana kalau ada oknum bermain, lolos. Orang juga mau bayar yang mahal kok. Tilang aja langsung, tilang biru. Sekarang masih sering tilang merah. Kalau tilang biru kan langsung bayar ke bank," katanya.

Untuk penerapan sterilisasi tersebut, Ahok mengatakan, mulai dilakukan pada Senin (13/6/2016) nanti.

Halaman
123
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved