Tujuan Penggusuran Kampung Baru Muara Angke
Ada rencana lahan Kampung Baru akan digunakan sebagai pengembangan Pasar Ikan. Kemungkinan dilakukan dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.
WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Ratusan warga yang tinggal di sebuah permukiman kumuh di Kampung Baru Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku tengah ketar-ketir dan panik terkait mendengar adanya informasi jika kediamannya akan diratakan dengan tanah oleh pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perikanan Muara Angke bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Rencana atau tujuan ditertibkannya 449 bangunan kumuh dan tergusurnya 20 Kepala Keluarga (KK) ini pun dibeberkan pihak Unit Pengelola Teknis Pelabuhan Perikanan Muara Angke kepada Warta Kota malam ini, Rabu (8/6/2016).
"Memang ada rencana permukiman Kampung Baru akan ditertibkan. Ini baru rencana dan saya belum tahu sama sekali kapan akan ditertibkannya permukiman itu sendiri," ucap salah seorang pegawai yang bekerja di UPT Perikanan Pelabuhan Muara Angke yang enggan disebutkan namanya kepada Warta Kota.
Dia mengatakan, tujuan utama akan ditertibkannya tersebut yakni untuk pemasangan sheetpile demi mencegah banjir rob. Malahan, dirinya pun membenarkan jika dugaan sementara penertiban akan dilaksanakan tepat dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.
"Tak hanya untuk pemasangan sheetpile saja. Ada rencana lahan Kampung Baru akan digunakan sebagai pengembangan Pasar Ikan. Kemungkinan dilakukan pada dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri. Sampai saat ini hanya itu saja yang saya bisa sampaikan," katanya melalui sambungan layanan pesan singkatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/angke_20160608_201139.jpg)