Kamis, 9 April 2026

Banyak Warga Tak Tahu Dibukanya RSUK Tanjung Priok

Terhitung sejak Senin (6/6), Rumah Sakit Umum Kecamatan (RSUK) Tanjung Priok, Jalan Bugis nomor 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah dibuka.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Rumah Sakit Umum Kecamatan (RSUK) Tanjung Priok, di Jalan Bugis nomor 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak Senin (6/6) telah dibuka. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Terhitung sejak Senin (6/6), Rumah Sakit Umum Kecamatan (RSUK) Tanjung Priok, Jalan Bugis nomor 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah dibuka.

Walaupun masih sepi disambangi calon pasien, banyak warga tak begitu tahu menahu terkait rampungngnya gedung berlantai V itu, serta sudah beroperasinya rumah sakit bertaraf tipe D tersebut.

"Saya lihat sejak 2015 awal itu masih dibangun dan berbentuk kerangka materialnya saja. Kelihatan dari sini gedungnya sudah bagus kok. Dulunya kan itu Puskesmas dan dengar-dengar mau dibangun menjadi rumah sakit tipe D. Saya kira itu bangunan belum bisa dipergunakan. Soalnya sepi, dan saya baru tahu kalau sudah ada pasiennya," jelas Rio (33) warga Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok.

Front office Rumah Sakit Umum Kecamatan (RSUK) Tanjung Priok, di Jalan Bugis nomor 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang sejak Senin (6/6) telah dibuka. (Foto: Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan).

Warga lainnya, Dian (40), yang juga selaku warga Kawasan Kebon Bawang mengatakan tak begitu tahu akan sudah beroperasinya RSUK Tanjung Priok.

Sampai saat ini, wanita berdaster hijau tersebut masih mengira gedung RSUK belum bisa untuk dipakai.

"Pembangunannya itu kan lama banget pak. 2014-2015 kan sempat mangkrak. Terus pertengahan 2015 dilanjut lagi pembangunannya. Saya terakhir lihat itu bulan-bulan Januari 2016 ini. Bangunannya masih dalam pembangunan sedikit-sedikit. Sering lewat juga dan gedungnya bagus. Sayanya saja enggak tahu sudah beroperasional itu rumah sakit," katanya.

Ragu-ragu

Kurangnya sosialisasi terhadap akan rampungnya pembangunan serta beroperasinya RSUK Tanjung Priok ternyata membuat warga bertanya-tanya akan fasilitas serta pelayanan seperti apa yang ada di RSUK Tanjung Priok.

"Ya aku sih jujur aja enggak tahu loh kalau rumah sakitnya sudah beroperasional. Padahal jarak rumah saya dengan rumah sakit itu tagitu jauh. Lalu, yang saya lihat hanya karyawan-karyawannya saja lalu-lalang keluar dari RS itu. Habisnya enggak diberitahukan. Baru kelihatan ramai-ramainya itu rumah sakit pas Senin lalu. Itu pun ramai karyawan," jelas Herman (40), warga sekitar.

Kurangnya sosialisasi terkait rampung dan beroperasinya RSUK Koja, diakui Herman masih ragu akan kualitas pelayanan dan fasilitas yang disediakan rumah sakit itu.

"Rumah sakitnya saya belum masuk untuk melihat, tapi saya ragu saja. Dulunya kan puskesmas, apakah dokter susternya masih memberikan pelayanan ala Puskesmas, apa sudah bertaraf rumah sakit. Jangan-jangan pelayanannya masih bertaraf puskesmas lagi. Tapi menurut saya bagus sih ada RSUK di sini. Jadi serba dekat. Kurang pemberitahuan aja," katanya kembali.

Takut lebih mahal

Pendapat yang sama diungkapnya Maya Yuanita (33), seorang wanita yang tinggal di kawasan Kelurahan Kebon Bawang. Wanita yang sudah dikaruniai empat anak ini mengaku masih lebih memilih klinik langganannya dibanding RSUK Tanjung Priok.

"Saya waktu itu mau antar anak saya yang masih 5 tahun ke RSUK itu karena waktu itu, anak saya demamnya tinggi, dan gak kunjung turun. Padahal, rumah saya dengan RSUK kan dekat ya. Tapi takut lebih mahal saja biaya obatnya. Ya pada akhirnya saya lebih pilih ke klinik dekat rumah aja deh, udah langganan juga. Lagi pula, saya enggak begitu tahu kalau RSUK-nya sudah beroperasi dan apa saja pelayanannya," katanya.

Menanggapi hal itu, Lurah Kebon Bawang, Roni Jarpiko, dan Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Kota Administrasi Jakarta Utara, Muhammad Helmi, belum merespon. Baik via telepon maupun pesan singkat. (BAS)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved