Ahok: Lebih Baik Murid Tak Pakai Jilbab daripada Dipaksa

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah kalau dirinya melarang murid sekolah mengenakan jilbab.

Editor: Suprapto
Dennis Destryawan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menunjuk ke awak media saat dikonfrimasi soal dana barter dengan pengembang reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (19/5/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah kalau dirinya melarang murid sekolah mengenakan jilbab.

Ahok mengatakan murid sekolah sebaiknya tidak dipaksa untuk mengenakan jilbab oleh guru sekolahnya.

Seharusnya, murid sekolah mengenakan jilbab karena memang kemauannya sendiri.

"Saya tidak melarang pakai jilbab. Saya cuma bilang sama guru-gurunya, 'kamu kalau mau buat anak-anak pakai jilbab bukan dipaksa'," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2016).

Kata Ahok, lebih baik murid itu tidak mengenakan jilbab, dibandingkan mengenakan jilbab tapi karena terpaksa.

Ahok mengetahui adanya murid sekolah yang dipaksa mengenakan jilbab oleh gurunya, namun seusai pulang sekolah dilepas.

"Begitu naik motor sama bapaknya langsung dicopot. Itu bagi saya menghina agama. Saya tidak bisa mm terima. Anda kalo mau pakai jilbab, pakai jilbab yg bener. Bukan karena seragam sekolah. Tidak mau saya. Itu saya sampaikan pada Kepala Sekolah," imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, Ahok melarang sekolah-sekolah negeri memaksa siswinya mengenakan jilbab.

Larangan itu disampaikannya saat memberi pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Gedung Yayasan Budha Tzu Chi, Sabtu (4/6/2016). (Dennis Destryawan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved