Senin, 13 April 2026

Teman Ahok Emosi, Sempat akan Serang Kedubes Singapura

Salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastomo meminta maaf soal rencana akan mendatangi Kedubes Singapura di Jakarta

Acep Nazmudin
Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang telah tiba di Indonesia setelah ditahan selama 12 jam oleh imigrasi Singapura di Bandara Changi. 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU -- Salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastomo meminta maaf secara terbuka soal rencana akan mendatangi Kedutaan Besar Singapura di Jakarta saat dua pendiri Teman Ahok Amalia Ayuningtyas dan Richard Handris Saerang ditahan Imigrasi Bandara Changi.

"Di Medsos kami menyampaikan akan mengerahkan massa, kami menganggap ini hanya emosi kami," kata Singgih saat menggelar konferensi pers kepulangan pendiri Ahok dari Singapura di Markas Pusat Teman Ahok, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (5/6/2016).

Singgih mengatakan, saat merilis rencana tersebut, pada Sabtu (4/6/2016) malam punggawa Teman Ahok yang berada di Jakarta tengah emosi lantaran Amalia dan Richard batal dipulangkan pukul 10 malam waktu setempat.

"Kami dijanjikan mereka akan pulang pukul 10, tapi tidak jadi, kami gusar," kata Singgih.

Emosi para Teman Ahok semakin bertambah saat mengetahui kabar jika kedua temannya ditahan di ruang isolasi.

"Ada gambaran kejadian ruangan imigrasi seperti apa, kami gusar, kami tidak punya akses juga untuk meminta bantuan, kami bukan pejabat, kami hanya bisa minta tolong pada pihak panitia di Singapura," kata dia.

"Kami mohon maaf jik ada kata-kata bernada provokatif, itu semata hanya emosi kami, mohon maaf," ujar Singgih.

Diketahui Amalia dan Richard ditahan oleh Imigrasi Bandara Changi, Singapura saat akan menghadiri Festival Makanan Indonesia yang digagas oleh WNI di Singapura.

Pihak Singapura menolak kunjungan Amalia dengan status sebagai unwanted person atau orang yang tidak diinginkan untuk hadir di negara itu.

Dalam keterangan dari Pihak Kedubes Singapura di Jakarta, dikatakan alasan penolakan lantaran keduanya akan melakukan kegiatan politik dalam acara itu. (Acep Nazmudin)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved